Posted by : Marketing IndiHome Selasa, 12 Maret 2013



Kisah Nyata Bocah Sebatang Kara Yang Tenggelam Dekat BKT - Tubuh kurus Riyan terbujur kaku, wajahnya yang cukup tampan kini tak lagi menarik, terlihat pucat, karena sudah tak bernyawa. Di samping tubuh kecil itu, tak terlihat satu pun anggota keluarga yang menangisi kepergiannya.

Riyan, bocah berumur 10 tahun yang tewas tenggelam di empang pinggiran Kanal Banjir Timur (KBT) di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur itu memang dikenal warga sekitar hidup sebatang kara.

Pahitnya kehidupan ibu kota harus dirasakan Riyan, setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Riyan memilih merantau ke Jakarta bersama kakak perempuannya meninggalkan kampung halaman mereka di Sulawesi Tenggara.

Namun, keadaan berubah, kakak perempuannya yang menjadi tumpuan hidup bocah kelas 3 SD itu justru tega mengusirnya dari rumah. Entah apa yang menjadi alasan kakak perempuan sehingga tega membiarkan adik kandungnya menggelandang di Jakarta.

"Dia (Riyan) pernah bercerita, tinggal dengan kakaknya di daerah Cipinang, tapi kakaknya justru mengusirnya, 'sana cari makan sendiri kalau sudah besar baru datang lagi ke sini' itu kata-kata kakaknya saat mengusir Riyan," ujar Satonah (50), wanita yang mengasuh Riyan sejak menggelandang di Jakarta.

Kepada Okezone, Satonah bercerita tentang kedatangan pertama Riyan ke rumahnya. Dua bulan lalu, Riyan pertama kali berkenalan dengan Adi Bahtiar (14), anak keenam Satonah, saat itu Adi sedang menyambi sebagai tukang parkir di kawasan Harapan Indah, Cakung, Jakarta Timur.

Melihat sosok Riyan, Adi merasa iba, dia pun membelikan Riyan sepotong roti dan membawanya pulang ke rumahnya di Jalan Ujung Menteng RT 06/05 Kel. Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

Malam itu, di rumah yang terbilang kumuh, Satonah pertama kali bertemu Riyan dengan kondisi kelaparan. Penyakit epilepsi yang diderita Riyan kambuh. "Sampai ke rumah ini, penyakitnya kambuh, dia jatuh kejang-kejang dan pingsan, mungkin kelaparan dan kedinginan, setelah saya kasih makan, baru pulih lagi. Alhamdulillah selama dia tinggal di sini tidak pernah kambuh lagi," kenang wanita asal Surabaya itu.

Satonah pun mengizinkan bocah yang baru dikenalnya itu untuk tinggal di rumahnya. Padahal kehidupan Satonah pun terbilang pas-pasan, suaminya seorang pengangguran, dia hanya membuka warung kecil untuk menghidupi delapan anaknya ditambah lagi kehadiran Riyan. Namun hal itu tak menghentikan niat tulus Satonah untuk mengasuh Riyan.

"Tadi sebelum meninggal dia sempat minta makan sama saya, tapi belum matang nasinya, akhirnya dia keluar main, ternyata dia malah pergi berenang ke Empang, ternyata ayannya kambuh lagi, karena dia belum makan dari pagi," ungkap Satonah lirih.

Dikenal Tetangga Sebagai Bocah Penurut

Rasa iba pun datang dari para tetangga Riyan. Mendengar kisah Riyan yang hidup sebatang kara banyak tetangga yang juga turut memberikan kasih sayangnya kepada bocah yang putus sekolah itu.

Tak sedikit tetangga yang memberi makan juga memberi uang untuk jajan Riyan. Mereka menyayangi Riyan karena sifatnya yang penurut.

Martuli (50), pedagang minuman di sekitar rumah Satonah mengaku terakhir melihat Riyan setengah jam sebelum Riyan ditemukan tewas. Sekira pukul 11.00 WIB Riyan datang ke warungnya dan membeli minuman dingin.

"Saya bilang sama dia, jangan beli teh terus, beli biskuit saja, kalau mau minum, ini air putih saja saya kasih. Dia terlihat bimbang, tapi tetap saja beli teh itu," kata wanita setengah baya itu saat berbincang dengan Okezone.

Sejenak kemudian, ia mendengar Riyan tewas tenggelam di Empang. Sempat tak percaya dengan kabar yang didengarnya, Martuli langsung mendatangi tempat kejadian. "Ternyata benar dia meninggal, saya benar-benar tidak sangka," ucapnya.

Menurut Martuli dirinya sering melihat Riyan bermain bersama teman sebayanya di sekitar rumahnya, Martuli pun bercerita pernah melihat Riyan salat di musala dekat rumahnya. Sosok Riyan yang penurut dan sholeh itu yang membuat warga sekitar menyayanginya.

"Dia tidak pernah minta makan, kalau ditawari makan baru makan, ada juga yang suka kasih jajan dia, saya juga sering tawari dia makan, kasihan anak itu sebatang kara, tidak keurus, padahal anaknya baik dan rajin salat, ganteng lagi mukanya," ungkapnya.

Kini tak ada lagi tawa riang Riyan, Tuhan telah memanggilnya, Senin (11/3/2013) sekira pukul 12.00 WIB Riyan ditemukan tewas dengan kondisi mengambang di sebuah empang dekat Banjir Kanal Timur (BKT). Mungkin itu jalan terbaik bagi Riyan, menyusul kedua orangtuanya di alam kekal..

Bersyukurlah kita yang masih punya orang tua, Kakak dan Teman-teman yang menyayangi kita gan, ane baca kisah itu pengen mewek rasanya..

[ kaskus.co.id ]

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blogger templates

Labels

agama Aku Untuk Negeriku Alkisah Anak-Anak Analisis Kebijakan Pendidikan ANE aneh Anime Antropologi aplikasi artis Barang Aneh Beauty Belajar dasar HTML Belajar dasar PHP Berita Berita Nasional Berita Umum bijak Binatang Aneh Blogger cara Cerita Cinta Cerita Lucu cinta design Dewasa Download Thema drama Dunia Dunia Malam Dunia Seks ekonomi Ekstrim Facebook Fashion Film Fun Funny gadget Games Gokil Gudang Tips Hacker Happy History health Hentai hewan hiburan Historiografi hobi Hot HP hukum hum Humor Ilmu Komputer ilmu pengetahuan sosial Image internasional internet Islami jakarta Jokowi - Ahok K Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kata Bijak kata mutiara Kata-Kata kecantikan KEJADIAN YANG ANEH kesehatan Kisah Nyata korea kuliner lifestyle Love lowongan kerja Magelang Makalah Makanan Manajemen Pendidikan Misteri mobil Multimedia teknik museologi Music News olahraga otomotif Pasangan Aneh PeeR Dari Sahabat Pelajaran Pelajaran Bahasa Indonesia pelajaran biologi pelajaran ekonomi pelajaran fisika pelajaran geografi pelajaran kimia Pelajaran Olahraga Pelajaran Sejarah pelajaran seni Pelajaran seni musik peliharaan pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan Perencanaan Pembelajaran Sejarah Peristiwa Penting Perspektif Global Politik ponsel promo properti puisi rambut Religi Renungan resep romantis rumah Sains Science Sejarah Sejarah Asia Timur sejarah indonesia masa islam sejarah Indonesia masa kolonial sejarah pergerakan nasional sejarah wanita Selebritis Seni Sepak Bola sinopsis Software Sofware Tahukah Kamu ? Tanaman teknologi tips trends TV Twitter Umum unik Video wallpaper wanita wisata Wordpress Zodiak

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
UNTUK INFO DAN PEMASANGAN Hubungi : YULIADI Telepon : 061-7646 9682 Handphone : 0822 7200 7787


- Copyright © Cara Registrasi Indihome Murah di Medan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -