LOVE AND HISTORY / CINTA DAN SEJARAH
1. Annie Oakley dan Frank Butler
Film musikal Irlandia tahun 1940an yang berjudul “Annie Get Your Gun”, merupakan film yang diinspirasi dari kisah nyata Annie Oakley dan Frank Butler. Annie Oakley adalah seorang penembak. Pada tahun 1881, Baughman dan Butlermengadakan pertunjukan menembak di Cincinnati. Frank E Butler menantang para penembak lokal untuk beradu tembak. Namun Frank terkejut ketika tantangannya diterima oleh seorang yang bernama Annie Oakley. Dalam pertarungan mereka, Butler kalah dan Annie memenangkan perlombaan menembak tersebut. Selain itu, Butler juga menjadi jatuh hati pada Annie dan akhirnya mereka menikah apda tanggal 20 Juni 1882. Frank kemudian pensiun dari menembak dan lebih fokus membangun rumah tangga bersama Annie. Annie akhirnya meninggal tahun 1926 dan Frank meninggal 18 hari kemudian.
2. Salim dan Anarkali
Pangeran Salim merupakan anak dari seorang kaisar Akbar (kaisar dari The Great Mughal) dan istrinya Mariam-uz-Zamani. Pangeran Salim dikenal sangat amburadul dan tidak sopan yang jatuh cinta pada seorang pelayan istana bernama Anarkali. Mereka berdua saling jatuh cinta, namun hal tersebut tidak direstui oleh ayahnya yang menganggap Anarkali sebagai wanita penggoda. Ayahnya kemudian mencari segala jalan untuk memisahkan anaknya dari Anarkali. Sang ayah kemudian mengirim pangeran Salim untuk sebuah tugas, dan ketika itu juga Anarkali dikuburkan hidup-hidup di tembok batu. Cerita ini membuat setiap pasangan menitikkan air mata ketika mendengarkannya.
3. Antony dan Cleopatra
Ini kisah cinta antar bangsa, antara Mark Anthoni yang tampan dari Romawi dan Pharaoh terakhir dari Mesir, yaituCleopatra. Kisah ini berlangsung sekitar tahun 31 SM. Kisah ini kemudian diceritakan lagi oleh penulis terkenal Shakespeare yang membuat cerita ini terkenal di seluruh dunia. Mark Anthony diceritakan meninggalkan istrinya, Octavia, karena tergoda oleh kecantikan Cleopatra yang akhirnya dinikahinya. Saudara laki-laki Octavia, yaitu Octavian, kemudian menghancurkan mereka berdua dengan meminjam pasukan Romawi. Diceritakan saat perang dengan Romawi, Mark Anthony mendapat kabar (yang ternyata kabar palsu) kalau Cleopatra terbunuh. Mark Anthony kemudian bunuh diri karena percaya akan berita itu. Cleopatra yang mendengar bahwa kekasihnya itu mati, akhirnya juga bunuh diri dengan racun. Cerita ini hampir mirip dengan kisah Romeo dan Juliet dari Verona, Italy.
4. Juan dan Evita Peron
Juan dan Evita Peron adalah pasangan Argentina sekitar tahun 1940an. Evita sendiri merupakan istri kedua Juan yang adalah presiden Argentina. Evita menjadi ibu negara dari tahun 1946 sampai ia meninggal tahun 1952. Latar belakang Evita sendiri adalah seorang artis. Dan Juan Dominggo jatuh cinta pada Evita muda dan menikahinya. Peran politik keduanya sangat berpengaruh sehingga dapat mengubah wajah Argentina, bahkan mereka dijuluki pasangan politik terbaik di era itu. Evita sendiri akhirnya meninggal akibat kanker. Mungkin kita sempat mendengar lagu yang terkenal berjudul “Dont cry for me Argentina” yang dibawakan oleh Madonna. Saat itu Madonna memerankan Evita di video klipnya.
5. Tristan dan Isolde
Isolde adalah anak perempuan dari Raja Irlandia. Ia kemudian bertunangan dengan raja Mark dari Cornwall, namun sebenarnya ia jatuh cinta dengan Tristan yang merupakan kemenakan dari raja Mark. Perselingkuhan mereka bahkan berlanjut saat Isolde menikah dengan raja Mark. Akhirnya perselingkuhan ini diketahui oleh raja Mark, namun karena saking cintanya sang raja pada istrinya, ia memaafkan istrinya. Akan tetapi sang raja mengusir kemenakannya itu dari Cornwall. Tristan akhirnya pergi ke Britanny dan tertarik dengan Iseult karena namanya mirip dengan Isolde. Mereka menikah, namun Tristan tidak dapat melupakan Isolde. Ini membuatnya jatuh sakit dan menulis surat pada Isolde dan berharap Isolde dapat mengobati luka hatinya ini. Apabila Isolde setuju ingin datang dan menemui Tristan, maka ia harus menaiki kapal berwarna putih. Apabila tidak, kapal harus berwarna hitam. Iseult yang tidak ingin berpisah dengan Tristan, berbohong pada Tristan dengan mengatakan bahwa ia melihat kapal hitam. Tristan akhirnya meninggal dalam kesedihan sebelum Isolde datang menemuinya. Isolde pun akhirnya meninggal karena patah hati.
6. Prince Edward dan Wallis Simpson
Demi cintanya pada Wallis Simpson, Pangeran Edward rela mengorbankan kekayaan dan kekuasaannya. Pangeran Inggris ini jatuh cinta pada Wallis Simpson yang berkebangsaan Amerika dan sudah bersuami. Wallis Simpson akhirnya menceraikan suaminya dan memulai hidup barunya dengan Pangeran Edward. Wallis tentu saja tidak dapat menjadi ratu Inggris karena berkebangsaan Amerika. Pangeran Edward sendiri naik tahta pada tahun 1936, namun segera turun tahta agar dapat menikahi kekasihnya itu. Pangeran Edward akhirnya meninggal pada tanggal 28 may 1972. Wallis kemudian menyendiri dan akhirnya meninggal 14 tahun kemudian pada tanggal 24 April 1986.
7. Pyramus dan Thisbe
Ini adalah kisah cinta yang populer dari Babilonia. Kisah cinta ini dimulai pada tahun 331 SM. Pyramus adalah pria tampan yang merupakan teman kecil dari Thisbe. Mereka hidup di lingkungan yang sama dan cinta tumbuh di antara mereka. Namun ini ditentang oleh orang tua mereka. Mereka kemudian memutuskan untuk kabur dan bertemu di dekat sebuah pohon. Thisbe yang datang terlebih dahulu melihat seekor singa yang mulutnya berlumuran darah.Thisbe ketakutan dan lari. Ketika berlari ia menjatuhkan kerudungnya sehingga diambil oleh singa itu. Ketika itu Pyramus tiba dan melihat kerudung Thisbe di mulut singa itu (yang berlumuran darah). Dalam kesedihan yang mendalam, Pyramus kemudian bunuh diri dengan pedang di tangannya. Thisbe yang tidak dapat hidup tanpa Pyramus, kemudian bunuh diri dengan pedang yang sama.
Sungguh kisah-kisah cinta diatas merupakan hal yang tragis dalam sejarah dunia. Semoga tulisan ini mengingatkan kita untuk menghargai sejarah dan cinta. Sejarah dan cinta sama-sama membutuhkan pengertian dan komunikasi sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman nantinya.
Sumber: http://www.smartnewz.info/2011/08/7-kisah-cinta-yang-tercatat-dalam.html
PEREKRUTAN HONORER DIHENTIKAN (Masalah pendidikan)
Perekrutan Honorer Dihentikan
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan kepada daerah untuk tidak menambah jumlah guru honorer, karena jumlah guru honorer di Indonesia saat ini sangat banyak.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, jika penambahan guru honorer tidak segera dihentikan, akan menambah persoalan baru dimasa yang akan datang.
”Mohon kepada kepala dinas, sampaikan kepada kepala sekolah jangan menambah persoalan baru untuk masa datang, jangan diangkat lagi guru honor,” tegas Musliar, di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, jumlah guru honorer di Indonesia sudah sangat banyak. Menurutnya, hal itu akan menjadi masalah ketika para guru honorer menuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). ”Karena faktanya sekarang tercatat guru honor ada sekitar 650.000. Bayangkan jika 650.000 itu minta diangkat semua, tidak cukup uang negara untuk membiayai,” tandas mantan Rektor Universitas Andalas itu.
Masalah Kompetensi
Persoalan berikutnya, guru honorer juga belum tentu memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menjadi guru. Menurutnya, ada kemungkinan guru honorer yang ada sekarang ini diangkat hanya karena memiliki faktor kedekatan, baik dengan kepala sekolah maupun dengan pejabat daerah.
”Apakah mereka memiliki kompetensi yang baik untuk menjadi seorang guru. Bisa saja mereka diangkat, karena keluarga kepala sekolah atau keluarga bupati,” imbuhnya.
Karena itu, untuk dapat menghasilkan guru-guru yang memiliki kompetensi dan berkualitas, pihaknya akan terus melakukan seleksi. Salah satunya dengan uji kompetensi. ”Kita lakukan uji kompetensi awal bagi mereka, dan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan kita di masa datang,” terang Musliar.
Dia menyadari sekarang ini masih banyak ketimpangan jumlah guru antara satu daerah dengan daerah yang lain. Karena itu, ke depan akan dilakukan distribusi, sehingga jumlah dan kemampuan guru dapat merata di semua daerah di Indonesia. ”Soal distribusi guru, kita akan tempatkan guru-guru lulus seleksi itu di daerah yang memang kekurangan guru,” ujarnya. (K32-37)
Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/03/03/179055/Perekrutan-Honorer-Dihentikan (3 Maret 2012) diakses pada hari Sabtu pukul 09.00 WIB.
Analisis dan solusi:
Berdasarkan data yang dilansir Wakil Kepala BKN Eko Sutrisno dari 152.130 tenaga honorer kategori 1, hampir semuanya telah divalidasi dan diverifikasi. Hasilnya. Hingga 31 Desember 2011 sebanyak 72.569 memenuhi kriteria (MK), dan sebanyak 77.891 yang tidak memenuhi kriteria.Sedangkan tenaga honorer kategori II yang telah sampai BKN per 31 Mei 2011 berjumlah 633.824 orang. Jumlah ini mengalami penambahan data kategori I sebanyak 8.956, sehingga jumlahnya menjadi 642.780 orang. Mereka terdiri dari tenaga honorer di instansi pusat sebanyak 84.996 dan di daerah 577.784 orang. Ini membuktikan sejak terbitnya PP No. 48 tahun 2005 tentang pengangkatan Pegawai Honorer Daerah (PHD) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah memberikan efek yang luar biasa khususnya dari sisi kuantitas.
PP No. 48 tahun 2005 tentang pengangkatan Pegawai Honorer Daerah (PHD) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap para tenaga honorer yang telah bekerja belasan tahun di lingkungan pemerintahan. Bahkan untuk mengakomodir suara-suara di daerah juga pemerintah mengubah PP tersebut dan mengeluarkan PP 43/2007, di mana persyaratan kerja diubah menjadi minimal 1 tahun pada tanggal 1 Desember 2005 yang sebelumnya persyaratan kerja 5 – 20 tahun.
Beberapa persoalan perekrutan guru honorer antara lain:
- jumlah PNS bertambah dengan pesat, dari 3,6 juta pada tahun 2002 menjadi 4,7 juta pada tahun 2010 sebagai akibat dari pemekaran daerah di mana CPNS direkrut dalam rangka mengisi jabatan yang terus bertambah dan Pengangkatan langsung PTT dan Sekretaris Desa menjadi CPNS.
- terjadi mismatch antara kualifikasi yang diperlukan dan kualifikasi pegawai yang ada, karena yang diangkat menjadi CPNS, terutama dari jalur PTT, umumnya tenaga administrasi.
- Pemda terus merekrut PTT, walaupun sudah ada larangan, dengan harapan setelah tahun 2009 akan ada lagi pengangkatan langsung PTT menjadi CPNS.
- belanja pegawai terus membengkak sehingga kemampuan daerah untuk menyediakan pelayanan publik menjadi terbatas. Hal ini ditunjukkan dengan data yang dilansir BKN Desember 2011 di mana rata-rata belanja APBD di setiap daerah sekitar 30 hingga 50 persen di setiap propinsi.
- terjadi pemalsuan dokumen dan jual beli jabatan PTT di daerah sehingga banyak diantara PTT yang masuk data-base sebenarnya tidak berhak diangkat menjadi CPNS.
- meluasnya tuntutan dari guru kontrak (GTT) dan tenaga honorer yang bekerja di sekolah dan rumah sakit swasta untuk diangkat menjadi CPNS.
- praktek kecurangan dalam setiap proses pengangkatan CPNS dari kalangan pegawai tidak tetap yang gajinya dibiayai oleh APBD.
Ada permasalahan lain ditengah penyimpangan proses validasi data ditingkat daerah yaitu dicurigai ada oknum BKN yang main mata dengan Pemda untuk mencederai proses validasi data tersebut. Dengan jumlah pengangkatan yang relatif besar tersebut tentunya harus ada pengetatan dan penyeleksian berkas kembali yang dilakukan oleh pemerintah pusat ke daerah dan di daerah juga harus ada keterbukaan informasi masalah ini ke masyarakat agar kemudian masyarakat bisa mengontrol ini. Sehingga kemudian masyarakat tidak curiga dan mampu berpikir positif kepada pemerintah daerahnya karena selama ini masyarkat justru menilai hanya sebagian masyarakat yang dekat dengan penguasa saja yang bisa mendapatkan kesempatan ini.
Proses pengangkatan guru honorer yang tidak sejalan dengan kebutuhan akan membebankan APBD khususnya pada pos belanja pegawai. Dengan kata lain, proses pengangkatan ini harus ditinjau ulang. Jika tidak, berdasarkan diskusi penulis dengan para akademisi dan orang-orang yang memang tahu banyak dengan persoalan ini akan menimbulkan empat hal masalah yakni:
1. terjadi inefisiensi karena jumlah pegawai yang ada melebihi kebutuhan.
2. kinerja organisasi pemerintah semakin menurun karena pegawai yang ada kualifikasinya kurang sesuai dengan yang diperlukan.
3. akan ada sejumlah Pemerintah Daerah yang mengalami kebangkrutan karena penambahan jumlah pegawai akan membawa konsekuensi pada naiknya belanja pegawai
4. kemampuan daerah untuk menyediakan dana bagi operasional pelayanan public serta belanja modal semakin menurun sehingga pelayanan public akan menurun dan pertumbuhan ekonomi akan terhambat.
Kekhawatiran ini harus diantisipasi sejak dini. Kita berharap BKN tidak cepat-cepat mengeluarkan SK walaupun dalam kategori tingkat pertama hal ini sudah dilakukan. Hal ini merupakan kesempatan Menpan & RB untuk membuktikan awal proses reformasi birokrasi. Masalah rekayasa data oleh oknum-oknum tertentu baik di pusat maupun di daerah harus diberikan sanksi tegas.
Berikut beberapa solusi yang harus dilakukan agartentang perekrutan guru honorer di Indonesia.
1. Pengangkatan PTT, khususnya kategori II, ditinjau kembali karena akan mendorong meluasnya tuntutan untuk menjadi CPNS.
2. Verifikasi data PTT kategori I dan II diperketat karena ada indikasi bahwa sebagian dari nama yang masuk data-base sebenarnya tidak memenuhi persyaratan, direkrut setelah 1 Januari 2005 (menggunakan dokumen palsu). Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas terhadap pemalsuan dukumen tersebut.
3. harus ada penegasan dari Pemerintah bahwa instansi di pusat maupun daerah tidak dibenarkan menerima PTT dan kekurangan pegawai dapat diatasi melalui outsourcing.
4. kepala daerah perlu turun tangan dan berupaya semaksimal mungkin memberikan data yang jujur dan juga berani bersikap tegas terhadap bawahannya yang berani melakukan validasi data.
5. Pemerintah harus sangat berperan aktif dalam seleksi guru honorer dan memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
6. untuk dapat menghasilkan guru-guru yang memiliki kompetensi dan berkualitas, pemerintah akan terus melakukan seleksi/ uji kompetensi.Semua oknum pendidikan harus bekerjasama untuk menghasilkan guru-guru berkualitas di Indonesia.
7. pendistribusian guru honorer agar segera dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pendistribusian ini harus segera dilakukan semaksimal dan seefisien mungkin sehingga tidak menimbulkan masalah baru misalnya kecemburuan antar guru honorer.
8. guru honorer juga harus meningkatkan kemampuan dan kualitasnya sehingga dapat mencari jalan lain untuk bekerja misalnya bekerja di sekolah-sekolah swasta atau berwirausaha sendiri.
RESENSI FILM PENDIDIKAN - DEAD POETS SOCIETY
Resensi film ” Dead Poets Society”
Judul : Dead Poet’s Society
Tema : Drama
Alur cerita : Maju
Setting film : Sekolahan tahun 70 an
Produser : Duncan Henderson
Sutradara : Alan B. Curtiss
Pemain : Robbi Williams as John Keating
Robert Sea Leonard as Neil Perry
Gale hanseen as Charlie Dalton
Joe Aufiery as Kepala sekolah
Kurtwood Smith as Mr Perry, dll.
Production House : Touchstone Pictures
Sinopsis :
Film ini menceritakan tentang fenomena dunia pendidikan di Inggris pada tahun 1970an. Tujuh anak lelaki, Neil Perry (Robert Sean Leonard), Todd Anderson (Ethan Hawke), Knox Overstreet (Josh Charles), Charlie Dalton (Gale Hansen), Richard Cameron (Dylan Kussman), Steven Meeks (Allelon Ruggiero) dan Gerard Pitts (James Waterston) baru saja masuk Akademi Welton. Sekolah ini adalah sekolah berasrama yang menganut prinsip: Tradisi, Kehormatan, Disiplin, dan Prestasi.
Seperti karakter dari sekolah unggulan, prinsip-prinsip itu sangat ditekankan pada siswa-siswa di sekolah tersebut. Dan seperti umumnya sekolah unggulan, dalam film ini diceritakan bahwa banyak orang tua yang tertarik untuk menyekolahkan anaknya, sebagai upaya agar anaknya tersebut diterima di sekolah/universitas unggulan.
Film ini diawali dengan mulai masuknya kembali siswa-siswa di sekolah itu, setelah liburan musim panas. Salah seorang siswa, Neil Perry, mendapatkan seorang teman sekamar baru yang bernama Todd Anderson. Todd sendiri sebelumnya tidak bersekolah di Welton Academy. Tetapi karena kakaknya (Jeffrey Anderson), yang sempat menjadi siswa teladan, bersekolah di situ maka dia pun dipindahkan oleh orang tuanya. Neil dan beberapa orang temannya sering berkumpul untuk belajar maupun sekedar merokok. Kegiatan yang disebutkan terakhir ini, mereka lakukan secara sembunyisembunyi.
Seperti kebanyakan siswa di sekolah ini, alasan Neil untuk masuk adalah lebih karena untuk melaksanakan perintah dari orang tuanya. Karena itulah ketika ayahnya menyuruh untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai asisten penyuting buku tahunan, karena dianggap akan mengganggu prestasi belajarnya, Neil tidak mampu menolak. Padahal sebenarnya, Neil sangat menikmati dan menginginkan posisi itu. Kenyataan yang dihadapi oleh Neil itu, juga dialami oleh siswa-siswa lainnya. Dan mereka akhirnya terbiasa dengan sikap mengalah dan menurut kepada orang tuanya. Memilih untuk melaksanakan pilihan dan perintah dari orang tuanya, dan melupakan keinginan mereka sendiri.
Dalam rangka untuk melaksanakan prinsip-prinsip yang dianut Welton Academy, guru yang mengajar disana sangat keras dan disiplin terhadap para siswanya. Selain demi prinsip, hal tersebut juga dilakukan untuk memastikan para siswanya dapat masuk ke universitas unggulan sesuai dengan keinginan para orang tua siswa. Tidak jarang upaya tersebut menyebabkan proses belajar di kelas menjadi monoton dan membosankan. Hanya menghafal apa yang diajarkan oleh guru maupun yang tertulis di buku. Tetapi hal itu seakan tidak menjadi suatu masalah bagi para siswa. Karena, mereka memang telah terbiasa dengan kondisi seperti itu.
Kondisi yang berbeda dialami oleh para siswa ketika John Keating, guru bahasa Inggris yang baru, masuk ke kelas. Perbedaan itu jelas terlihat dari metode mengajarnya yang sangat berbeda. Ketika John masuk ke kelas untuk pertama kali, para siswa sangat terkejut dan menganggap guru itu aneh. Pada awal dimulainya kelas, seorang guru pengganti bahasa Inggris, Pak Keating (dimainkan oleh Robin Williams), baru saja memulai pelajaran. Seorang siswa membaca pengantar buku tentang puisi, yang menyebutkan bagaimana mengukur kualitas sebuah puisi, yang dapat diukur dan diberi skala, proses ini sudah umum dalam literatur klasik waktu itu. Keating, sebaliknya menyuruh semua siswa merobek seluruh halaman ”memahami puisi dari Dr.JEvan Prtichard. Ph.D”. Tetapi lambat laun, para siswa mulai memahami dan akhirnya mengagumi guru baru tersebut. Beberapa hal yang ditekankan oleh John Keating kepada para siswanya adalah untuk mencari ide sendiri dan berusaha untuk meraih kesempatan (carpe diem). Dia selalu berkata kepada para siswanya untuk berpikir semau mereka, jadilah apa saja, lakukan apa saja, dan raihlah kesempatan sebelum kau mati.
Neil dan teman-temannya sangat tertarik kepada sosok John Keating. Ketertarikan itu, telah membuat mereka mencari tahu lebih banyak mengenai guru itu. Salah satu hal yang kemudian mereka ketahui adalah semasa mudanya dulu, John bersama teman-temannya sering berkumpul di sebuah gua untuk membaca puisi. Komunitas ini kemudian disebut sebagai the dead poet’s society. Hal ini menginspirasi Neil dan kawan-kawannya untuk melakukan hal yang sama. Mereka kembali menghidupkan the dead poet’s society, dan mulai sering keluar dari asrama sekolah untuk membaca puisi di gua yang terletak di luar kompleks asrama. Perkumpulan tidak diketahui pihak sekolah atau dilakukan secara sembunyi – sembunyi.
Bagi klub ini sekolah bukanlah tempat yang tepat untuk mengembangkan diri karena hanya dalam mimpilah manusia dapat bebas. Seringkali mereka keluar di malam hari untuk mencari tempat sepi, tempat yang cocok bagi segala ekspresi mereka dari membaca puisi sampai merokok demi meraih kembali kebebasan yang terenggut setelah mereka bersekolah di tempat ini..
Begitulah, John Keating telah banyak membawa pengaruh kepada Neil dan kawan-kawannya. Tidak jarang kata-kata “raihlah kesempatan” (carpe diem) menjadi suatu alasan dan pendorong bagi mereka untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Misalnya saja yang dilakukan oleh salah seorang siswanya yang telah mengubah namanya menjadi Nuwanda, ketika menyelundupkan tulisan mengenai tuntutan agar Welton Academy menerima siswa wanita dalam buletin sekolah itu. Pihak sekolah akhirnya memberikan hukuman pada Nuwanda dengan memberikan pukulan pada pantatnya. Kepada Nuwanda ditanyakan mengenai keterlibatan siswa-siswa selain dirinya, tapi dia tidak mau mengaku. Dan keberadaan the dead poet’s society pun masih belum diketahui pihak sekolah. Setidaknya itulah yang diketahui oleh para siswa itu.
Sampai akhirnya, terjadi suatu peristiwa yang membuat Neil berani melawan perintah ayahnya. Neil yang sangat ingin berakting, telah mendaftar dalam suatu pertunjukkan drama dan diterima sebagai pemeran utama. Demi melaksanakan sesuatu yang sangat diinginkannya itu, Neil memalsukan surat ijin dari ayahnya. Dan akhirnya, ayahnya mengetahui perbuatannya itu. Neil tetap bersikeras untuk ikut dalam drama itu. Dan atas saran dari John Keating, dia membicarakan maksud dan keinginannya untuk berakting. Dan memang kemudian ayahnya mengijinkan Neil untuk ikut dalam pementasan drama itu. Tetapi seusai pementasan, Neil dibawa pulang ke rumah oleh ayahnya. Ayahnya menyampaikan keputusannya untuk mengeluarkan Neil dari Welton Academy dan memasukkannya ke sekolah militer. Sebenarnya Neil tidak menyukai rencana itu, tapi dia tidak mampu untuk menolaknya. Sampai akhirnya, dia membuat keputusan untuk mengakhiri hidupnya dengan pistol milik ayahnya. Ayahnya sangat terpukul dan menyalahkan Gurunya pak keating.
Kematian Neil ini menjadi awal dari terungkapnya the dead poet’s society, yang dihidupkan kembali oleh Neil dan kawan-kawannya. Pihak sekolah tidak mau nama sekolahnya tercemar dan akhirnya mengkambing hitamkan pak Keating. Dibawah tekanan anak – anak yang tergabung dalam klub ‘‘dead poet’s society” dipaksa untuk menandatangani surat yang menyatakan pak Keating bersalah atas kejadian ini. Dan akhirnya, John Keating yang memang banyak berpengaruh kepada siswa-siswanya dan semasa muda dulu memunculkan the dead poet’s society, menjadi pihak yang dianggap bersalah. John dianggap telah menjadi pendorong dan penyebab dari peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh Neil. Dan akhirnya, John Keating pun dipecat dari Welton Academy.
Menurut saya film sangat bagus, tidak mudah ditebak namun di akhir cerita penonton dibuat agar menentukan sendiri akhir dari cerita film ini. pada saat Keating kembali ke kelas untuk mengambil barang – barangnya, Anderson meminta maaf kepada Keating bahwa ia dan teman – temannya dipaksa untuk menandatangani surat itu. Namun kepala sekolah menuruhnya untuk duduk kembali. Dan kemudian Anderson naik ke atas bangku sambil mengatakan“oh kapten, kaptenku”lalu diikuti oleh siswa lain. Mereka memandang pak Keating dan Pak Keating pun balas memandang sambil tersenyum ia berkata”terima kasih anak – anak, terima kasih” . Adegan ini menunjukan betapa berharganya Pak Keating di mata mereka, dan betapa haru dan bangganya Pak Keating bahwa masih di ingat dan akan selalu dikenang oleh mereka. Bahwa betapa mulianya seorang Guru di mata mereka.
Film ini banyak berbicara tentang “kebebasan”. Kebebasan untuk mengungkapkan ide maupun keinginan. Film ini juga menyoroti masalah pendidikan. Seringkali pendidikan dimaknai sebagai suatu media untuk meraih sesuatu yang bersifat material semata, dan status. Padahal ada hal lain yang lebih penting dalam pendidikan. Seperti yang dikatakan John Keating dalam film ini, “Pendidikan adalah belajar untuk berpikir sendiri”. Pendidikan bukanlah untuk menghafal teori-teori saja. Hal lain yang juga diungkapkan dalam film ini adalah pada kenyataannya, bukanlah hal mudah untuk merubah suatu sistem yang sudah establish. Ini ditunjukkan dengan kegagalan Keating melawan sistem sekolahnya. Walaupun dia telah mampu sedikit memberikan pandangan bagi para siswanya.
Pendidikan dilakukan untuk memastikan para siswanya dapat masuk ke universitas unggulan sesuai dengan keinginan para orang tua siswa. Pihak sekolah lebih mengedepankan nama besar sekolah, daripada mempertahankan seorang Guru yang sangat luar biasa. Orang tua yang tidak tahu apa keinginan anak. Orangtua yang memaksakan kehendak / keinginan cita – cita sendiri kepada anaknya. Hal-hal tersebut merupakan kesalahan dalam pendidikan untuk anak.
Dari film ini saya dapat mengambil sebuah contoh realitas yang mungkin banyak terjadi di sekitar kita dan mungkin lebih parah dari ini. Pembelajaran bagi kita sebaiknya orang tua tidak memaksakan kehendak dan tidak banyak menuntut dari anak, biarkan anak itu berkreasi sendiri dan mencari jati dirinya sendiri, apa yang mereka inginkan? Apa yang mereka cari ? biarkan mereka cari jawabanya sendiri. Bukan dengan menentang keinginanya, justru anak akan berontak, tapi dukung dengan perhatian dan beri kesempatan untuk dia unjuk diri. Seluruh film ini adalah proses penyadaran, dimana para murid (dan juga pemirsa) melihat bahwa otoritas lembaga (seperti sekolah) dapat dan selalu berupaya menjadi pengarah, tapi hanya diri kita sendiri yang dapat mengetahui siapa diri kita.






