Tampilkan postingan dengan label pelajaran fisika. Tampilkan semua postingan
Pemantulan cahaya
Cermin memantulkan cahaya dengan teratur, berkas cahaya sejajar dipantulkan dalam bentuk berkas sejajar pula. Pemantulan yang teratur menyebabkan cermin dapat membentuk bayangan dari sebuah benda. Pada cermin datar, jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin. Kiri kanan pada bayangan terbalik dengan kiri kanan benda. Cermin cekung dapat membentuk bayangan nyata dari sebuah benda. Bayangan nyata ialah bayangan yang dapat ditangkap oleh sebuah layar. Bayangan nyata terbentuk kalau jarak benda dengan cermin agak jauh. Bayangan semu terbentuk kalau jarak benda dengan cermin dekat. Bayangan semu dalam cermin cekung biasanya lebih besar dari bendanya. Cermin cembung hanya dapat membentuk bayangan maya dari sebuah benda. Bayangan maya yang dibentuk oleh cermin cembung lebih kecil dari bendanya.
Jika permukaan cermin merupakan satu bidang datar, cermin itu disebut cermin datar. Cermin datar memantulkan sinar pada satu arah saja. Pemantulan cermin itu disebut pemantulan teratur. Pemantulan sinar ke segala arah atau yang terhambur itu disebut sebagai pantulan terhambur atau pantulan baur atau pantulan difus. Pantulan difus penting bagi kita. bila cahaya matahari tidak dihamburkan oleh butir-butir debu di udara dan benda di sekelilingnya, sudut-sudut ruangan di dalam rumah dan di bawah rindangan pohon gelap gulita.
Hukum pemantulan menyatakan:
a. Bahwa sudut datang selalu sama dengan sudut pantul
b. Sinar datang, normal dan sinar pantul terletak pada sebuah bidang datar.
Garis yang tegak lurus dengan bidang pantul itu disebut garis normal.
Jika permukaan cermin merupakan satu bidang datar, cermin itu disebut cermin datar. Cermin datar memantulkan sinar pada satu arah saja. Pemantulan cermin itu disebut pemantulan teratur. Pemantulan sinar ke segala arah atau yang terhambur itu disebut sebagai pantulan terhambur atau pantulan baur atau pantulan difus. Pantulan difus penting bagi kita. bila cahaya matahari tidak dihamburkan oleh butir-butir debu di udara dan benda di sekelilingnya, sudut-sudut ruangan di dalam rumah dan di bawah rindangan pohon gelap gulita.
Hukum pemantulan menyatakan:
a. Bahwa sudut datang selalu sama dengan sudut pantul
b. Sinar datang, normal dan sinar pantul terletak pada sebuah bidang datar.
Garis yang tegak lurus dengan bidang pantul itu disebut garis normal.
Pengertian gerak lurus, kecepatan dan kelajuan
Gerak adalah perubahan kedudukan terhadap suatu titik acuan. Gerak bersifat realtif, artinya suatu benda dikatakan bergerak terhadap suatu benda tertentu, tetapi tidak bergerak terhadap benda yang lainnya. Gerak semu apabila benda tersebut tampak seolah-olah bergerak, padahal sebenarnya benda tersebut diam. Contohnya gerak semu matahari, gerak semu pepohonan di pinggir jalan ketika kita naik kendaraan. Lintasan adalah titik-titik yang dilalui oleh benda ketika bergerak.
Kecepatan dan kelajuan
1. Kecepatan
- termasuk besaran vektor
- alat ukur: velocitometer
- kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai hasil bagi antara jarak total yang ditempuh dengan selang waktu untuk menempuh jarak tersebut.
2. Kelajuan
- termasuk besaran skalar
- alat ukur: speedometer.
Gerak lurus
- gerak yang menghasilkan lintasan garis lurus dinamakan gerak lurus
- contoh: gerak mobil jalan mendatar, gerak buah kelapa yang jatuh bebas dari tangkainya
- jenis gerak lurus:
a. Gerak Lurus Beraturan (GLB). Ciri: V tetap, a=0
b. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Ciri: V berubah-ubah, a tetap.
Contoh GLBB
Gerak dipercepat:
- gerak semua benda yang jatuh ke bumi
- gerak buah kelapa yang jatuh bebas dari tangkainya
- gerak bola biliar yang dijatuhkan
- gerak anak yang sedang main perosotan, dan lain-lain.
Gerak diperlambat:
- mobil yang direm
- gerak batu yang dilempar vertikal ke atas, dan lain-lain.
Percepatan adalah perubahan kecepatan setiap satu satuan waktu.
Aplikasi GLB dan GLBB
Untuk mengetahui suatu benda melakukan GLB atau GLBB dapat digunakan alat yang bernama ticker timer (fungsi pewaktu ketik). Dari alat tersebut, kita dapat melihat berbagai pola yang dibentuk oleh pita ketik.
Kecepatan dan kelajuan
1. Kecepatan
- termasuk besaran vektor
- alat ukur: velocitometer
- kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai hasil bagi antara jarak total yang ditempuh dengan selang waktu untuk menempuh jarak tersebut.
2. Kelajuan
- termasuk besaran skalar
- alat ukur: speedometer.
Gerak lurus
- gerak yang menghasilkan lintasan garis lurus dinamakan gerak lurus
- contoh: gerak mobil jalan mendatar, gerak buah kelapa yang jatuh bebas dari tangkainya
- jenis gerak lurus:
a. Gerak Lurus Beraturan (GLB). Ciri: V tetap, a=0
b. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Ciri: V berubah-ubah, a tetap.
Contoh GLBB
Gerak dipercepat:
- gerak semua benda yang jatuh ke bumi
- gerak buah kelapa yang jatuh bebas dari tangkainya
- gerak bola biliar yang dijatuhkan
- gerak anak yang sedang main perosotan, dan lain-lain.
Gerak diperlambat:
- mobil yang direm
- gerak batu yang dilempar vertikal ke atas, dan lain-lain.
Percepatan adalah perubahan kecepatan setiap satu satuan waktu.
Aplikasi GLB dan GLBB
Untuk mengetahui suatu benda melakukan GLB atau GLBB dapat digunakan alat yang bernama ticker timer (fungsi pewaktu ketik). Dari alat tersebut, kita dapat melihat berbagai pola yang dibentuk oleh pita ketik.
Sumber listrik
Sumber listrik adalah alat listrik yang dapat menghasilkan arus listrik atau energi listrik. Beberapa sumber listrik yang sering digunakan di antaranya adalah batu baterai, accumulator, dinamo, dan generator.
1. Batu baterai
Batu baterai atau baterai kering terdiri atas wadah seng yang berisi campuran salmiak, serbuk arang, batu kawi serta batang karbon. Zat-zat kimia tersebut bereaksi sehingga wadah seng menjadi kutub negatif dan batang karbon menjadi kutub positif. Perbedaan tegangan antara kutub positif dan kutub negatif baterai kering sebanyak 1,5 volt.
Jika baterai kering dipakai, kekuatan listriknya akan semakin melemah yang akhirnya akan habis. Baterai ini tidak dapat digunakan lagi. Pada saat baterai kering digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
2. Accumulator
Accumulator atau aki atau baterai basah terdiri dari lempengan logam timbal dan timbal peroksida yang dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat (larutan H2SO4). Di dalam accumulator, logam timbal dan timbal peroksida bereaksi dengan asam sulfat, sehingga hasil dari reaksi kimia itu lempengan logam timbal menjadi kutub negatif dan lempengan logam timbal peroksida menjadi kutub positif. Perbedaan potensial antara kutub positif dan kutub negatif accu, di antaranya 6 volt, 12 volt, dan sebagainya.
Setelah accumulator digunakan beberapa lama, kemampuannya menghasilkan energi listrik semakin berkurang dan akhirnya habis. Kemampuannya dapat diperbaharui kembali dengan cara melakukan penyetruman. Caranya, kutub positif accu dihubungkan dengan kutub positif dan kutub negatif accu dihubungkan dengan kutub negatif sumber listrik searah lainnya. Pada saat accu digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik, sedangkan pada saat penyetruman terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia.
3. Dinamo
Dinamo sepeda terdiri atas kumparan yang ditempatkan di tengah medan magnet U. Ketika kepala dinamo berputar, kumparan akan turut berputar. Perputaran kumparan di dalam medan magnet menghasilkan energi listrik. Jadi, dinamo mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
4. Generator
Sumber listrik lainnya yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik adalah generator. Untuk menghasilkan energi listrik yang besar digunakan generator yang besar. Generator besar digerakkan oleh kincir besar atau turbin. Turbin diputar dengan memanfaatkan tenaga air terjun dari bendungan atau dam.
Tegangan listrik yang dihasilkan oleh PLTA sangat tinggi, yaitu sekitar 10.000 – 20.000 volt. Ketika dialirkan ke rumah-rumah tegangannya diturunkan menggunakan transformator atau trafo menjadi 110 – 220 volt. Transformator atau trafo adalah alat listrik yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan listrik. Trafo yang dapat menaikkan tegangan listrik disebut trafo step up. Sedangkan trafo yang dapat menurunkan tegangan listrik disebut trafo step down.
1. Batu baterai
Batu baterai atau baterai kering terdiri atas wadah seng yang berisi campuran salmiak, serbuk arang, batu kawi serta batang karbon. Zat-zat kimia tersebut bereaksi sehingga wadah seng menjadi kutub negatif dan batang karbon menjadi kutub positif. Perbedaan tegangan antara kutub positif dan kutub negatif baterai kering sebanyak 1,5 volt.
Jika baterai kering dipakai, kekuatan listriknya akan semakin melemah yang akhirnya akan habis. Baterai ini tidak dapat digunakan lagi. Pada saat baterai kering digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
2. Accumulator
Accumulator atau aki atau baterai basah terdiri dari lempengan logam timbal dan timbal peroksida yang dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat (larutan H2SO4). Di dalam accumulator, logam timbal dan timbal peroksida bereaksi dengan asam sulfat, sehingga hasil dari reaksi kimia itu lempengan logam timbal menjadi kutub negatif dan lempengan logam timbal peroksida menjadi kutub positif. Perbedaan potensial antara kutub positif dan kutub negatif accu, di antaranya 6 volt, 12 volt, dan sebagainya.
Setelah accumulator digunakan beberapa lama, kemampuannya menghasilkan energi listrik semakin berkurang dan akhirnya habis. Kemampuannya dapat diperbaharui kembali dengan cara melakukan penyetruman. Caranya, kutub positif accu dihubungkan dengan kutub positif dan kutub negatif accu dihubungkan dengan kutub negatif sumber listrik searah lainnya. Pada saat accu digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik, sedangkan pada saat penyetruman terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia.
3. Dinamo
Dinamo sepeda terdiri atas kumparan yang ditempatkan di tengah medan magnet U. Ketika kepala dinamo berputar, kumparan akan turut berputar. Perputaran kumparan di dalam medan magnet menghasilkan energi listrik. Jadi, dinamo mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
4. Generator
Sumber listrik lainnya yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik adalah generator. Untuk menghasilkan energi listrik yang besar digunakan generator yang besar. Generator besar digerakkan oleh kincir besar atau turbin. Turbin diputar dengan memanfaatkan tenaga air terjun dari bendungan atau dam.
Tegangan listrik yang dihasilkan oleh PLTA sangat tinggi, yaitu sekitar 10.000 – 20.000 volt. Ketika dialirkan ke rumah-rumah tegangannya diturunkan menggunakan transformator atau trafo menjadi 110 – 220 volt. Transformator atau trafo adalah alat listrik yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan listrik. Trafo yang dapat menaikkan tegangan listrik disebut trafo step up. Sedangkan trafo yang dapat menurunkan tegangan listrik disebut trafo step down.