Tampilkan postingan dengan label Hacker. Tampilkan semua postingan
Cara Menghack Billing Warnet dengan Smadav
Hi sobat Ilmu Blogger Apakah anda sering browsing internet di warnet? Mungkin anda suka dengan trik. Ya, billing warnet bisa kita kelabui, salah satunya dengan Anti Virus SMADAV. Trik ini udah lama koh' tpi msih WORK
. Mungkin agan* senior yg lain sudah tau trik ini kan
, apa salahx kita berbagi kepeda yg belum tau
.Baiklah berikut caranya :1. Sebelumnya anda harus pilih PAKET, jangan yang personal untuk mengsukseskan cara ini.
2. Lalu buka SMADAV Anti Virus
3. Klik menu "tools"
4. Pergi ke "process manager"
5. Cari proses "client008.exe" lalu klik kanan dan klik "kill" dan tekan Yes
6. Selesai, kini billing explorernya mati,
Selamat berinternet ria
Saran : Sebaiknya gunakan trik ini hanya pada warnet yang memiliki banyak komputer ataupun yang ramai pengunjungnya agar admin warnet tidak curiga.
NB: Kalau sobat ketahuan oleh pemilik WARNET semua di luar tanggung jawab saya
Penyebab Hacker Indonesia Runtuh

Hai sobat Kali ini saya mau kupas sedikit mengapa Kroposnya Hacker di Indonesia!
Langsung di baca aja ya sobat :D
Permasalahan
Pada era 80-an hingga 1994, lahirlah para Hacker Indonesia yang boleh dibilang masih “ASLI”. Pada umumnya mereka lahir secara otodidak dan secara kebetulan memiliki akses jaringan. Biasanya terdiri dari para pegawai perusahaan-perusahaan besar atau instansi-instansi pemerintah. Mereka ini terdiri dari orang-orang yang berkecimpung di bidang UNIX, VAX/VMS, dan tentu saja ahli jaringan.
Ketika Internet mulai marak di Indonesia, mulailah masyarakat begitu antusias mempelajari komputer terutama network security. Jika dulunya tidak ada aktivitas yang bersifat merusak, kini perlahan hal itu mulai berubah. Orang-orang mulai “berterbangan” di Internet, mencari pengetahuan komputer yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Menjadi semakin pintar, bahkan melebihi guru mereka.
Namun, ada yang salah jalan. Mereka masih belum mengerti arti “hack” yang sebenarnya. Mereka dengan sombong dan tidak tau malu menyebut diri mereka hacker hanya karena berhasil mengakali billing, menjalankan mail BOMB, menjalankan exploit-exploit, dll. Padahal mereka sama sekali tidak tahu bagaimana tool yang mereka gunakan bekerja. Mereka tidak mengenal system, namun mereka menyebut dirinya hacker.
Padahal para hacker sejati Indonesia yang kemampuannya sudah setara dengan para hacker-hacker di Amerika dengan tegas menolak dirinya disebut hacker karena masih selalu merasa ilmu yang dimilikinya belum cukup. Inilah panggung peretasan (hacking) Indonesia yang cukup miris, namun bisa juga dianggap "wajar" dan "manusiawi", dengan tanda petik
Keadaan sekarang
Mungkin agan-agan pernah mampir ke trit yang judulnya "Kaskuser jangan mengejek kami Anonymous(E)" yang sekarang sudah dihapus karena kontroversial. Itu juga salah satu kebobrokan di dunia maya Indonesia gan. Pasalnya, lucu banget dah, mana ada heker (versi males ngetik lengkap) yang dari Anonymous (yang berarti anonim, tidak diketahui, si anu) kok malah ngaku-ngaku. Hacker sekelas om Wildan (yang ngedeface situs SBY) yang nggak menyebut identitas aja bisa ditangkap polisi, apalagi yang menyebut identitas.
Si admin Anonymous Indonesia (yang mengepost polling tsb.) malah membedakan antara distro Linux dengan Linuxnya. Mana ada orang kok cuma pake kernel Linuxnya.
Coba lihat berapa orang yang memakai Windows. Tool-tool hacking yang "butuh usaha" di Windows sangatlah sedikit. Selebihnya, aplikasi hackingnya berbasis GUI dan mudah. Ditambah lagi, sangat sulit untuk mempelajari jaringan di Windows, karena Windows memang tidak dioptimasi untuk itu. Kalau mau belajar jaringan, ada baiknya pakai OS-OS berbasis UNIX. Tapi, kenyataanya?
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa hacker-hacker bangsa kita, sebagian adalah orang yang "manja". Yang ane maksud, tidak mau repot-repot belajar jaringan, cukup pake Havij, Acunetix, dan tool-tool hacking GUI lainnya. Walaupun bukan berarti Windows tidak bisa digunakan untuk kegiatan hacking dan belajar jaringan ya...
Sedikit kesimpulan : "Hacker" yang terlalu labil sebenarnya kurang tepat untuk disebut sebagai hacker, tapi lebih tepat disebut sebagai script kiddie atau lamer.
Inilah panggung peretasan (hacking) negara dan bangsamu, kawan.
Untungnya, masih ada hacker-hacker Indonesia yang baik dan tidak sombong. Mereka diam-diam melejit ke dunia internasional. Ah, andaikan semua hacker di Indonesia sama persis dengan om-om hacker yang berprestasi itu...
TIDAK SEMUA "HACKER" SEPERTI INI. Ane cuma bahas beberapa saja yang terlalu ababil. Semoga agan tidak seperti hacker-hacker yang terlalu ababil itu ya
Semoga keadaan yang miris sekarang ini dapat hilang di masa yang akan datang. Amin
Istilah dalam dunia Hacker
Istilah dalam dunia Hacker
Di masyarakat umum, istilah hacker ini banyak tersalahgunakan atau rancu dengan istilah Cracker. Khususnya ketika pembahasan mengarah kepada kejahatan. Dimana istilah untuk penjahat yang mereka maksud sebenarnya adalah Cracker.
Dalam dunia underground orang yang menjadi hacker biasanya melalui tahapan-tahapan berikut:
1. Mundane Person
2. Lamer
3. Wannabe
4. Larva
5. Hacker
Ada dua tingkatan hacker berdasarkan keahliannya, yaitu:
1. Wizard
2. Guru
Karakter hacker itu sendiri dibagi menjadi dua, mereka ini lebih condong mengarah kepada sifat cracker. Kedua karakter tersebut adalah:
1. Dark-side Hacker
2. Malicious Hacker
Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Sebenarnya sulit untuk mengatakan tingkatan akhir atau final dari hacker telah tercapai, karena selalu saja ada sesuatu yang baru untuk dipelajari atau ditemukan (mengumpulkan informasi dan mempelajarinya dengan cermat merupakan dasar-dasar yang sama bagi seorang hacker) dan hal tersebut juga tergantung perasaan (feeling). Meskipun demikian, menjadi seorang hacker memang lebih menjurus pada hal pemikiran.
1. Arti istilah Mundane Person : Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Mundane Person merupakan tingkatan paling bawah. Seseorang pada tingkatan ini pada dasarnya tidak tahu sama sekali tentang hacker dan cara-caranya, walaupun ia mungkin memiliki komputer sendiri dan akses Internet. Ia hanya tahu bahwa yang namanya hacker itu membobol sistem komputer dan melakukan hal-hal yang negatif (tindak kejahatan).
2. Arti istilah Lamer : Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Seseorang pada tingkatan ini masih dibingungkan oleh seluk beluk hacking karena ia berpikir bahwa melakukan hacking sama seperti cara-cara warez (dalam dunia underground berarti menggandakan perangkat lunak secara ilegal). Pengetahuannya tentang hal-hal seperti itu masih minim, tapi sudah mencoba belajar. Seseorang pada tingkatan ini sudah bisa mengirimkan trojan (yang dibuat orang lain) ke atau pada komputer orang lain ketika melakukan obrolan pada IRC atau ICQ dan menghapus file-file mereka. Padahal ia sendiri tidak tahu persis bagaimana trojan bekerja. Seseorang yang sukses menjadi hacker biasanya bisa melalui tahapan ini dengan cepat bahkan melompatinya.
3. Arti istilah Wannabe : Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Pada tingkatan ini seseorang sudah mengetahui bahwa melakukan tindakan hack itu lebih dari sekedar menerobos masuk ke komputer orang lain. Ia lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah filsafat atau way of life. Akhirnya ia jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Ia mulai mencari, membaca dan mempelajari tentang metode-metode hacking dari berbagai sumber.
4. Arti istilah Larva : Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Juga dikenal dengan sebutan newbie. Pada tingkatan ini ia sudah memiliki dasar-dasar teknik hacking. Ia akan mencoba menerobos masuk ke sistem orang lain hanya untuk mencoba apa yang sudah ia pelajari. Meskipun demikian, pada tingkatan ini ia mengerti bahwa ketika melakukan hacking ia tidak harus merusak sistem atau menghapus apa saja jika hal itu tidak diperlukan untuk menutupi jejaknya.
5. Arti istilah Wizard : Secara harfiah istilah ini berarti Dukun, Tukang Sihir. Wizard merupakan salah satu tuntunan ketika menjalankan program, baik pada saat melakukan instalasi, setting, dan sebagainya. Tingkatan keahlian dari seorang hacker. Istilah ini diberikan pada seseorang yang telah memiliki pengetahuan luas dibidangnya. Kemampuannya tersebut tidak diragukan lagi.
6. Arti istilah Guru : Tingkatan keahlian dari seorang hacker. Istilah ini digunakan pada seseorang yang mengetahui semua hal pada bidangnya, bahkan yang tidak terdokumentasi. Ia mengembangkan trik-trik tersendiri melampaui batasan yang diperlukan. Kalau bidangnya berkaitan dengan aplikasi, ia tahu lebih banyak daripada pembuat aplikasi tersebut.
7. Arti istilah Dark-side Hacker : Karakter dari para hacker yang bersifat merusak. Istilah ini diperoleh dari film Star Wars-nya George Lucas. Seorang Dark-side hacker sama seperti Darth Vader (tokoh dalam film Star Wars) yang tertarik dengan kekuatan kegelapan. Hal ini tidak ada hubungannya dengan masalah “baik” atau “jahat” tapi lebih kepada masalah “sah (sesuai hukum yang berlaku)” dan “kekacauan”. Seorang Dark-side hacker punya kemampuan yang sama dengan semua hacker, tapi “sisi gelap” dari pikirannya membuat ia menjadi unsur berbahaya untuk semua komunitas.
8. Arti istilah Malicious Hacker : Karakter dari para hacker yang bersifat merusak. Hacker yang memiliki sifat jahat dan menyerang sistem dengan maksud jahat. Istilah untuk menyebut seseorang yang merusak sistem orang lain untuk sekedar iseng (tidak merasa bersalah) tanpa memperoleh apa pun dari tindakannya tersebut.
9. Arti istilah Black Hat : Hacker jahat, hacker black hat ini juga biasa disebut sebagai “aka crackers” dengan kemampuan mencuri data atau merusak sistem yang ada dalam komputer korban. Kelebihan black hat adalah kemampuannya untuk menghilangkan jejak hingga tidak bisa dilacak siapa sebenarnya pelaku serangan yang terjadi setelah tujuan tertentu mereka terpenuhi.
10. Arti istilah White Hat : Hacker yang lebih memanfaatkan pengetahuan mereka untuk memuaskan rasa ingin tahu bagi intelektualitas ketimbang untuk perbuatan jahat yang merusak. Hacker seperti ini sangat anti dengan perusakan sebuah system, pencurian data maupun merusak kinerja sebuah situs.
Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer.Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.
Hacker jenis ini sangat berpotensi merusak data dan jaringan, umumnya, ia masih menggunakan trik-trik lama, namun ampuh untuk orang awam.
Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi Hacker. Pada tingkatan ini seseorang sudah mengetahui bahwa melakukan tindakan Hack itu lebih dari sekedar menerobos masuk ke komputerorang lain. Ia lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah filsafat atau way of life. Akhirnya, Ia ingin tahu lebih banyak lagi. Mulai mencari, membaca dan mempelajari tentang metode-metode hacking dari berbagai sumber.
Biasanya membaca atau mendengar tentang Hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Hacker memiliki manifesto dan kode etik yang menjadi patokan bagi Hacker di seluruh dunia. Manifesto hacker dibuat oleh
seorang hacker yang menggunakan nickname The Mentor dan pertama kali dimuat pada majalah Phrack (volume 1 / issue 7 / 25 September 1986). Manifesto hacker tersebut adalah :
Ini adalah dunia kami sekarang, dunianya electron dan switch, keindahan sebuah baut. Kami mendayagunakan sebuah system yang telah ada tanpa membayar, yang bisa jadi biaya tersebut sangatlah murah jika tidak dijalankan dengan nafsu tamak mencari keuntungan, dan kalian sebut kami criminal.
Kami menjelajah, dan kalian sebut kami criminal.
Kami mengejar pengetahuan, dan kalian sebut kami criminal.
Kami hadir tanpa perbedaan warna kulit, kebangsaan ataupun prasangka keagamaan, dan kalian sebut kami criminal.
Kalian membuat bom atom, kalian menggelar peperangan, kalian membunuh, kalian berlaku curang, membohongi kami dan mencoba meyakinkan kami bahwa semua itu demi kebaikan kami, tetap saja kami yang disebut criminal.
Ya, aku memang seorang criminal.
Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku.
Kejahatanku adalah karena menilai orang lain dari apa yang mereka katakana dan pikirkan, bukan pada penampilan mereka.
Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tak akan kalian maafkan.
Aku memang seorang hacker, dan inilah manifesto saya.
Kalian bisa saja menghentikanku, tetapi kalian tak mungkin menghentikan kami semua.
Bagaimanapun juga, kami semua senasib seperjuangan.
