Posted by : Marketing IndiHome Senin, 15 Oktober 2012

 
Sugiri Jatiraharjo. ©2012 Merdeka.com

Cerita Dibalik Jeruji Seorang Eks Tahanan Politik Jaman PKI  - Sugiri Jatiraharjo merupakan satu dari sekian banyak remaja yang ditahan di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Kini, Sugiri sudah tak lagi sekuat dulu, rambutnya sudah memutih, kulitnya keriput dan bicara terbata-bata. Namun, di balik perubahan fisik yang dia alami, semangat perjuangan masih tetap membara di dalam hatinya hingga kini.

Sugiri sangat bersemangat saat diminta untuk menceritakan pengalaman menyakitkan yang harus ia terima pada masa-masa G30S/PKI dulu. Sugiri ditangkap saat berada di dalam kantor yang berlokasi di Kota, Jakarta Barat atas tuduhan terlibat gerakan kepemudaan yang menentang Soeharto.

"Awalnya saya ditangkap oleh sekitar 10 personel tentara lengkap dengan senjata api sewaktu saya sedang di kantor. Saya ditangkap alasannya ndak jelas. Pokoke saya hanya dituduhngeberontak," ujar Sugiri kepada merdeka.com di Panti Jompo Abdi Waluyo Sejati, Jl Kramat V No 1C, Jakarta Pusat, Minggu (14/10).

Pria lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Fakultas Pedagoki, Yogyakarta ini menyebut Soeharto diktator terkejam melebihi Hitler. Pasalnya, presiden kedua ini melakukan penangkapan tanpa dasar hukum dan hanya berlandaskan sentimen terhadap tertuduh.

"Soeharto itu diktator terkejam, lebih lebih dari Hitler. Dia menangkap orang tanpa dasar hukum, hanya berdasar sentimen, ndak seneng," tutur Sugiri dengan menggebu-gebu.

Sugiri bercerita, dia menjadi tahanan politik mulai tahun 1962 hingga 1979, selama di dalam tahanan ia bersama pemuda lainnya kerap mendapat penyiksaan fisik maupun batin. Bogem mentah dari sejumlah tentara menjadi menu makanannya sehari-hari.

"Wow bukan main setiap hari saya disiksa. Dipukul, dibanting, ditendang sudah ndak aneh lagi," ujarnya.

Selain bogem mentah tentara, para tahanan termasuk Sugiri diperlakukan seperti halnya hewan peliharaan. Kondisi ini terjadi ketika, dia dan sejumlah pemuda disuguhi makanan sebanyak lima sendok nasi ditambah lauk berupa 70 butir jagung mentah dicampur kerikil, pasir dan tanah.

"Jadi kita harus mencampur makanan itu sama air, biar kerikil, pasir sama tanahnya itu terpisah. Banyak juga yang mati karena kelaparan, dikasih makannya dua kali sehari, itu pagi dan sore," imbuh Sugiri dengan mata menerawang.

Tidak cukup penyiksaan yang dirasakannya, beberapa bulan setelah ditangkap, dia turut diasingkan ke pulau Nusakambangan, penjara yang biasa digunakan untuk menahan penjahat paling berbahaya.

"Disiksa juga kalau di sana (Nusakambangan). Malah kita dibantingin satu-satu," cerita Sugiri.

Pria yang melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik salah satu universitas di Jakarta ini melanjutkan, saat itu para tahanan berdiri berbaris di sebuah ruangan pengap dan diperintahkan duduk di atas lantai beralas semen.

Selanjutnya, sejumlah tentara memanggil nama mereka satu per satu. Pemanggilan itu bukan untuk memberi makanan atau pakaian, melainkan dibanting layaknya pemain judo yang sedang berlatih menjatuhkan lawannya.

"Saya dibanting tiga kali, yang banting tentara. Bayangin aja postur tubuh tentara gimana. Tapi saya sedikit tahu teknik judo, bagaimana posisi yang harus diambil setelah dibanting," tandas Sugiri.

Selain menjalani penyiksaan, dirinya bersama sejumlah orang lainnya dipindahkan dari Nusakambangan ke pulau Buruh, Maluku untuk menjalani kerja paksa. Dia mengungkapkan, tidak hanya pemuda, tapi juga ada sekelompok orang yang memiliki latar belakang lain turut menjalani kerja paksa.

"Di sana kita kerja paksa, namanya kerja paksa ya begitu, sama aja perlakuannya, ndakmanusiawi. Tapi karena kebanyakan tahanan yang ditangkap itu orang-orang yang pintar dan punya berbagai macam keahlian jadi kita bisa buat macam-macam di sana," cerita Sugiri.

Setelah menjalani pelbagai penyiksaan dari satu tempat ke tempat lain, Sugiri baru dibebaskan pada 1979 atau 17 tahun sejak ditangkap. Selama dalam penahanan aparat, dia tidak pernah berkomunikasi atau berjumpa kembali dengan kedua orang tuanya.

"Waktu ditangkap itu umur saya 25. Ya sudah, sejak itu ndak pernah ketemu orang tua sampai bebas tahun 1979. Untung keduanya (orang tua) masih hidup waktu itu," pungkas Sugiri.

Kebebasan itu tidak lepas dari peran seorang tokoh melepaskan dia bersama para tahanan lainnya serta membawanya ke Jakarta. Ada satu alasan yang membuatnya mampu bertahan dari pelbagai siksaan yang ia alami, yakni semangat perjuangan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur kala itu.

Semangat inilah yang harus dicontoh generasi muda saat ini. Terlebih, banyak pemuda yang justru terlibat tawuran antar kalangannya sendiri.

[ sumber ]

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blogger templates

Labels

agama Aku Untuk Negeriku Alkisah Anak-Anak Analisis Kebijakan Pendidikan ANE aneh Anime Antropologi aplikasi artis Barang Aneh Beauty Belajar dasar HTML Belajar dasar PHP Berita Berita Nasional Berita Umum bijak Binatang Aneh Blogger cara Cerita Cinta Cerita Lucu cinta design Dewasa Download Thema drama Dunia Dunia Malam Dunia Seks ekonomi Ekstrim Facebook Fashion Film Fun Funny gadget Games Gokil Gudang Tips Hacker Happy History health Hentai hewan hiburan Historiografi hobi Hot HP hukum hum Humor Ilmu Komputer ilmu pengetahuan sosial Image internasional internet Islami jakarta Jokowi - Ahok K Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kata Bijak kata mutiara Kata-Kata kecantikan KEJADIAN YANG ANEH kesehatan Kisah Nyata korea kuliner lifestyle Love lowongan kerja Magelang Makalah Makanan Manajemen Pendidikan Misteri mobil Multimedia teknik museologi Music News olahraga otomotif Pasangan Aneh PeeR Dari Sahabat Pelajaran Pelajaran Bahasa Indonesia pelajaran biologi pelajaran ekonomi pelajaran fisika pelajaran geografi pelajaran kimia Pelajaran Olahraga Pelajaran Sejarah pelajaran seni Pelajaran seni musik peliharaan pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan Perencanaan Pembelajaran Sejarah Peristiwa Penting Perspektif Global Politik ponsel promo properti puisi rambut Religi Renungan resep romantis rumah Sains Science Sejarah Sejarah Asia Timur sejarah indonesia masa islam sejarah Indonesia masa kolonial sejarah pergerakan nasional sejarah wanita Selebritis Seni Sepak Bola sinopsis Software Sofware Tahukah Kamu ? Tanaman teknologi tips trends TV Twitter Umum unik Video wallpaper wanita wisata Wordpress Zodiak

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
UNTUK INFO DAN PEMASANGAN Hubungi : YULIADI Telepon : 061-7646 9682 Handphone : 0822 7200 7787


- Copyright © Cara Registrasi Indihome Murah di Medan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -