Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Olahraga. Tampilkan semua postingan
Sejarah bola voli
Permainan bola voli diperkenalkan oleh William G. Morgan pada tahun 1855. Dia adalah seorang tokoh pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA) di kota Holyoke, Massachuset, Amerika Serikat. Nama bola voli yang diciptakannya disebut Minonette. Oleh Dr. AT Halsted dari Springfield setelah melihat permainan Minonette, maka menyarankan permainan tersebut diberi nama Volley Ball. Akhirnya, pada tahun 1922 perkembangan bola voli sangat pesat dan YMCA menyelenggarakan pertandingan dengan sukses. Presiden pertama organisasi bola voli di Amerika adalah Dr. George J. Fisher dari New York yang dibentuk pada tahun 1929.
Bola voli masuk ke Indonesia kira-kira pada tahun 1928 yang dibawa oleh Belanda. Bola voli mulai dipertandingkan pada PON III tahun 1953 di Medan, Sumatra Utara, dan pada tahun 1954 di kota Surabaya dan Jakarta membentuk organisasi bola voli atas jasa Dr. Aziz Saleh yang pada waktu itu menjabat sebagai komisaris teknik KOI. Setelah diadakan pertemuan IBVOS (Surabaya) dan PERVID (Jakarta), bersepakat membentuk organisasi bola voli nasional. pada tanggal 22 Januari, berdiri PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dengan ketuanya WJ Latumeten. PBVSI di bawah IVBF (International Volley Ball Federation).
Lapangan bola voli berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran:
a) Panjang: 18 meter
b) Lebar: 9 meter
c) Garis serang: 3 meter dari garis tengah.
Bola voli terbuat dari bahan kulit yang lentur dengan bentuk yang bulat serta dalamnya terbuat dari bahan karet atau sejenisnya dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Warna: harus terang dan cerah
b) Berat: 250 – 280 kg
c) Keliling: 65 – 67 cm
d) Tekanan dalam: 0,84 – 0,52 kg/cm2.
Semua bola yang dipergunakan dalam pertandingan resmi harus memiliki ciri-ciri yang sama mengenai berat, tekanan, keliling, tipe, dan sebagainya serta telah disahkan oleh IVBF.
Pada pertandingan internasional yang resmi harus mempergunakan sistem tiga bola dengan menggunakan cara ini harus disediakan 6 bola cadangan yang masing-masing ditempatkan di setiap sudut daerah bebas 1 bola di dekat wasit.
Bola voli masuk ke Indonesia kira-kira pada tahun 1928 yang dibawa oleh Belanda. Bola voli mulai dipertandingkan pada PON III tahun 1953 di Medan, Sumatra Utara, dan pada tahun 1954 di kota Surabaya dan Jakarta membentuk organisasi bola voli atas jasa Dr. Aziz Saleh yang pada waktu itu menjabat sebagai komisaris teknik KOI. Setelah diadakan pertemuan IBVOS (Surabaya) dan PERVID (Jakarta), bersepakat membentuk organisasi bola voli nasional. pada tanggal 22 Januari, berdiri PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dengan ketuanya WJ Latumeten. PBVSI di bawah IVBF (International Volley Ball Federation).
Lapangan bola voli berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran:
a) Panjang: 18 meter
b) Lebar: 9 meter
c) Garis serang: 3 meter dari garis tengah.
Bola voli terbuat dari bahan kulit yang lentur dengan bentuk yang bulat serta dalamnya terbuat dari bahan karet atau sejenisnya dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Warna: harus terang dan cerah
b) Berat: 250 – 280 kg
c) Keliling: 65 – 67 cm
d) Tekanan dalam: 0,84 – 0,52 kg/cm2.
Semua bola yang dipergunakan dalam pertandingan resmi harus memiliki ciri-ciri yang sama mengenai berat, tekanan, keliling, tipe, dan sebagainya serta telah disahkan oleh IVBF.
Pada pertandingan internasional yang resmi harus mempergunakan sistem tiga bola dengan menggunakan cara ini harus disediakan 6 bola cadangan yang masing-masing ditempatkan di setiap sudut daerah bebas 1 bola di dekat wasit.
Sejarah bulu tangkis
Bulu tangkis (poona) berasal dari India. Permainan poona ini tidak berkembang di India, akhirnya perwira perang Inggris membawa permainan ini ke Inggris dan untuk pertama kali dimainkan secara resmi di kota Badminton tempat kediaman Duke Of Beaufort.
Pada tahun 1934 didirikan IBF (International Badminton Federation). Ketika itu yang menjadi anggota hanya beberapa negara saja yaitu Inggris, Denmark, Perancis, Irlandia, Selandia Baru, dan Wales. Sedangkan ketua IBF adalah Sir George Thomas dari Inggris.
Pada tahun 1949 diadakan pertandingan beregu putra untuk memperebutkan piala dari Sir George Thomas yang kemudian terkenal dengan Thomas Cup. Kemudian pada tahun 1957 diadakan pertandingan beregu putri untuk memperebutkan piala yang diberikan oleh Ny Betty Uber yang terkenal dengan nama Uber Cup. Thomas Cup dan Uber Cup dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali sampai sekarang ini.
Di Indonesia permainan bulu tangkis ini baru dibentuk pada tanggal 5 Mei 1951 dengan terbentuknya PBSI (Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia). Pada tahun 1968 Indonesia untuk pertama kalinya menjadi juara dunia tunggal putra melalui pemain yang bernama Rudi Hartono.
Lapangan bulu tangkis
Bentuk lapangan empat persegi panjang, lapangan harus bebas rintangan atas (+/- 7,5 meter).
Ukuran lapangan untuk ganda:
Panjang: 13,40 meter
Lebar: 6,10 meter.
Ukuran lapangan untuk tunggal:
Panjang: 13,40 meter
Lebar: 5,18 meter.
Alat-alat dan perlengkapannya
a. Bola (shuttlecock): 4,73 sampai dengan 5,50 gram
b. Raket
c. Net atau jaring
1) Panjang net: 6,19 meter
2) Lebar net: 0,76 meter
3) Tinggi net: 1,52 meter (diukur dari lantai)
4) Tinggi net dipasang minimal 0,10 cm keluar dari tepi garis samping.
Pada tahun 1934 didirikan IBF (International Badminton Federation). Ketika itu yang menjadi anggota hanya beberapa negara saja yaitu Inggris, Denmark, Perancis, Irlandia, Selandia Baru, dan Wales. Sedangkan ketua IBF adalah Sir George Thomas dari Inggris.
Pada tahun 1949 diadakan pertandingan beregu putra untuk memperebutkan piala dari Sir George Thomas yang kemudian terkenal dengan Thomas Cup. Kemudian pada tahun 1957 diadakan pertandingan beregu putri untuk memperebutkan piala yang diberikan oleh Ny Betty Uber yang terkenal dengan nama Uber Cup. Thomas Cup dan Uber Cup dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali sampai sekarang ini.
Di Indonesia permainan bulu tangkis ini baru dibentuk pada tanggal 5 Mei 1951 dengan terbentuknya PBSI (Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia). Pada tahun 1968 Indonesia untuk pertama kalinya menjadi juara dunia tunggal putra melalui pemain yang bernama Rudi Hartono.
Lapangan bulu tangkis
Bentuk lapangan empat persegi panjang, lapangan harus bebas rintangan atas (+/- 7,5 meter).
Ukuran lapangan untuk ganda:
Panjang: 13,40 meter
Lebar: 6,10 meter.
Ukuran lapangan untuk tunggal:
Panjang: 13,40 meter
Lebar: 5,18 meter.
Alat-alat dan perlengkapannya
a. Bola (shuttlecock): 4,73 sampai dengan 5,50 gram
b. Raket
c. Net atau jaring
1) Panjang net: 6,19 meter
2) Lebar net: 0,76 meter
3) Tinggi net: 1,52 meter (diukur dari lantai)
4) Tinggi net dipasang minimal 0,10 cm keluar dari tepi garis samping.
Sarana dan prasarana permainan sepak bola
a. Lapangan sepak bola
Lapangan sepak bola berbentuk empat persegi panjang:
1) Panjang: 100 – 110 meter
2) Lebar: 64 – 78 meter
3) Lingkaran, yaitu:
- Lingkaran tengah dengan titik pusat di tengah-tengah
- Lingkaran di daerah gawang dengan titik pusat pada titik penalti
4) Daerah gawang: (18,32 x 5,5)
5) Daerah penjaga gawang: (40,32 x 16,5)
6) Titik penalti: 11 meter.
b. Gawang
Tinggi gawang: 2,44 meter
Lebar gawang: 7,32 meter.
c. Bola
1) Terbuat dari kulit atau bahan dari karet dan tenunan benang polyster
2) Berat bola (396 – 453) gram
3) Lingkaran bola 63 – 71 cm
4) Tekanan udara 600 – 700 cm pada permukaan laut.
d. Tanda perbatasan
1) Garis-garis batas dari kapur harus jelas dengan lebar 12 cm sehingga merupakan garis putih
2) Bendera sudut dibuat dari kain yang mudah dilihat. Tinggi tiang berukuran 1,5 meter dan dari bendera sudut sebagai titik pusat dihubungkan oleh suatu garis lurus sejajar dengan garis gawang
3) Empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis itu disebut daerah gawang.
e. Daerah gawang
1) Dua garis ditarik tegak lurus dari garis gawang masing-masing antara tiang gawang dan sudut lapangan pada jarak 5,5 meter dari tiang masing-masing garis itu panjangnya 5,5 meter
2) Ujung kedua garis dihubungkan oleh suatu garis lurus sejajar dengan gawang. Empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis itu disebut gawang.
f. Daerah tendangan hukuman
1) Dua garis ditarik tegak lurus dari garis gawang antara tiang gawang dengan sudut lapangan pada jarak 16,5 meter dari tiang gawang. Ujung garis itu dihubungkan dengan garis lurus sejajar dengan garis gawang. Empat persegi panjang yang dibentuk oleh garis-garis itu dengan garis gawang disebut daerah tendangan hukuman
2) Titik tendangan hukuman diukur dari titik tengah gawang tegak lurus dengan garis gawang dengan jarak 11 meter. Dengan titik tendangan hukuman sebagai pusat dan dengan jari-jari 9,15 meter, ditarik suatu busur di luar masing-masing daerah tendangan hukuman. Hanya di dalam daerah hukuman penjaga gawang boleh memainkan bola dengan tangan.
g. Daerah sudut
Pada setiap sudut lapangan, dengan tiang bendera sudut sebagai titik pusat dibuat sebuah busur seperempat lingkaran dengan jari-jari 1 meter. Tinggi tiang bendera sudut tidak boleh kurang dari 1,5 meter.
h. Perlengkapan pemain
Setiap regu harus berseragam dan bernomor kecuali penjaga gawang harus memakai pakaian yang berlainan dari regunya sendiri atau regu lain. Jika terjadi persamaan dalam seragam dalam satu pertandingan, maka tim tamu harus mengganti pakaiannya.
1) Untuk pemain lapangan
a. Baju dengan lengan pendek atau panjang dibuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
b. Celana olahraga
c. Kaos kaki
d. Sepatu bola
e. Pelindung tulang kering (shin guard)
f. Pengikat pergelangan kaki (ankle supportes).
2) Untuk penjaga gawang
a. Baju dengan lengan panjang pada bagian pundak dan siku dibuat tebal dibuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
b. Celana olahraga panjang atau pendek dengan pelindung sekeliling pangkal paha
c. Kaos kaki
d. Sepatu bola
e. Pelindung lutut (knee supportes)
f. Sarung tangan (goalkeepers gloves)
g. Pengikat sendi siku (elbow supportes).
3) Pakaian wasit
Wasit dan hakim garis memakai baju hitam dan celana pendek hitam atau warna lain yang mencolok dan beda dengan kedua regu.
i. Jumlah pemain
Setiap kesebelasan terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang, jumlah pemain cadangan paling banyak 7 orang. Perlu menjadi perhatian apabila suatu pertandingan karena situasi dan kondisi satu kesebelasan boleh dimainkan dengan 8 orang pemain (minimal).
j. Wasit
Permainan sepak bola dipimpin oleh 1 orang wasit dibantu 2 orang hakim garis.
k. Lamanya permainan
Permainan sepak bola terdiri dari 2 babak. Masing-masing babak lamanya 45 menit. Jadi, 2 babak: 2 x 45 menit. Waktu istirahat (turun minum): 10 – 15 menit.
Dalam suatu permainan, jika terjadi draw (skor sama), maka pertandingan diperpanjang 2 x 15 menit tanpa istirahat.
l. Permulaan permainan
Permainan sepak bola dimulai dari Kick Off (tendangan permulaan) dari titik pusat lingkaran tengah lapangan.
Lapangan sepak bola berbentuk empat persegi panjang:
1) Panjang: 100 – 110 meter
2) Lebar: 64 – 78 meter
3) Lingkaran, yaitu:
- Lingkaran tengah dengan titik pusat di tengah-tengah
- Lingkaran di daerah gawang dengan titik pusat pada titik penalti
4) Daerah gawang: (18,32 x 5,5)
5) Daerah penjaga gawang: (40,32 x 16,5)
6) Titik penalti: 11 meter.
b. Gawang
Tinggi gawang: 2,44 meter
Lebar gawang: 7,32 meter.
c. Bola
1) Terbuat dari kulit atau bahan dari karet dan tenunan benang polyster
2) Berat bola (396 – 453) gram
3) Lingkaran bola 63 – 71 cm
4) Tekanan udara 600 – 700 cm pada permukaan laut.
d. Tanda perbatasan
1) Garis-garis batas dari kapur harus jelas dengan lebar 12 cm sehingga merupakan garis putih
2) Bendera sudut dibuat dari kain yang mudah dilihat. Tinggi tiang berukuran 1,5 meter dan dari bendera sudut sebagai titik pusat dihubungkan oleh suatu garis lurus sejajar dengan garis gawang
3) Empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis itu disebut daerah gawang.
e. Daerah gawang
1) Dua garis ditarik tegak lurus dari garis gawang masing-masing antara tiang gawang dan sudut lapangan pada jarak 5,5 meter dari tiang masing-masing garis itu panjangnya 5,5 meter
2) Ujung kedua garis dihubungkan oleh suatu garis lurus sejajar dengan gawang. Empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis itu disebut gawang.
f. Daerah tendangan hukuman
1) Dua garis ditarik tegak lurus dari garis gawang antara tiang gawang dengan sudut lapangan pada jarak 16,5 meter dari tiang gawang. Ujung garis itu dihubungkan dengan garis lurus sejajar dengan garis gawang. Empat persegi panjang yang dibentuk oleh garis-garis itu dengan garis gawang disebut daerah tendangan hukuman
2) Titik tendangan hukuman diukur dari titik tengah gawang tegak lurus dengan garis gawang dengan jarak 11 meter. Dengan titik tendangan hukuman sebagai pusat dan dengan jari-jari 9,15 meter, ditarik suatu busur di luar masing-masing daerah tendangan hukuman. Hanya di dalam daerah hukuman penjaga gawang boleh memainkan bola dengan tangan.
g. Daerah sudut
Pada setiap sudut lapangan, dengan tiang bendera sudut sebagai titik pusat dibuat sebuah busur seperempat lingkaran dengan jari-jari 1 meter. Tinggi tiang bendera sudut tidak boleh kurang dari 1,5 meter.
h. Perlengkapan pemain
Setiap regu harus berseragam dan bernomor kecuali penjaga gawang harus memakai pakaian yang berlainan dari regunya sendiri atau regu lain. Jika terjadi persamaan dalam seragam dalam satu pertandingan, maka tim tamu harus mengganti pakaiannya.
1) Untuk pemain lapangan
a. Baju dengan lengan pendek atau panjang dibuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
b. Celana olahraga
c. Kaos kaki
d. Sepatu bola
e. Pelindung tulang kering (shin guard)
f. Pengikat pergelangan kaki (ankle supportes).
2) Untuk penjaga gawang
a. Baju dengan lengan panjang pada bagian pundak dan siku dibuat tebal dibuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
b. Celana olahraga panjang atau pendek dengan pelindung sekeliling pangkal paha
c. Kaos kaki
d. Sepatu bola
e. Pelindung lutut (knee supportes)
f. Sarung tangan (goalkeepers gloves)
g. Pengikat sendi siku (elbow supportes).
3) Pakaian wasit
Wasit dan hakim garis memakai baju hitam dan celana pendek hitam atau warna lain yang mencolok dan beda dengan kedua regu.
i. Jumlah pemain
Setiap kesebelasan terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang, jumlah pemain cadangan paling banyak 7 orang. Perlu menjadi perhatian apabila suatu pertandingan karena situasi dan kondisi satu kesebelasan boleh dimainkan dengan 8 orang pemain (minimal).
j. Wasit
Permainan sepak bola dipimpin oleh 1 orang wasit dibantu 2 orang hakim garis.
k. Lamanya permainan
Permainan sepak bola terdiri dari 2 babak. Masing-masing babak lamanya 45 menit. Jadi, 2 babak: 2 x 45 menit. Waktu istirahat (turun minum): 10 – 15 menit.
Dalam suatu permainan, jika terjadi draw (skor sama), maka pertandingan diperpanjang 2 x 15 menit tanpa istirahat.
l. Permulaan permainan
Permainan sepak bola dimulai dari Kick Off (tendangan permulaan) dari titik pusat lingkaran tengah lapangan.
Sejarah sepak bola
Pada permulaan abad ke-19, pemerintah Inggris mengakui bahwa sepak bola merupakan suatu alat untuk menyehatkan rakyat Inggris dan pada tahun 1846 oleh Cambridge University disusunlah peraturan permainan sepak bola yang pertama kali dikenal dengan Cambridge Rules of Footbal. Pada tanggal 26 Oktober 1863, di kota London dibentuk perserikatan sepak bola dalam sejarah Inggris dengan nama The Football Association dan pada tanggal 8 Desember 1863 lahirlah peraturan-peraturan permainan sepak bola modern seperti yang kita kenal sekarang ini.
Pada tanggal 21 Mei 1904, atas inisiatif Guerin dari Prancis didirikan federasi sepak bola Internasional yang diberi nama Federation Internationale de Football Association (FIFA) yang mula-mula beranggotakan tujuh negara, yaitu Prancis, Belgia, Denmark, Netherland, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Guerin mendapatkan kehormatan sebagai ketua FIFA yang pertama kali.
Pertandingan-pertandingan sepak bola tingkat internasional atau dunia yang diselenggarakan oleh FIFA, yaitu pertandingan sepak bola Olimpiade untuk pertama kali dalam acara Olimpiade ke-4 di London pada tahun 1908 dan pertandingan sepak bola Piala Dunia yang pertama di kota Montevideo (Uruguay) pada tahun 1930 dengan memperebutkan piala Jules Rimet Cup yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Sekarang nama piala tersebut diganti World Cup.
Permainan sepak bola masuk di Indonesia dibawa oleh orang Belanda. Pada tahun 1939, terbentuklah organisasi sepak bola Indonesia (PSSI). Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yang diketuai oleh Suratin Sosro Sugondo. Untuk mengenang jasa Ir. Suratin, maka namanya diabadikan dalam turnamen sepak bola yunior yang terdiri dari pemuda-pemuda berusia 18 tahun bernama “Suratin Cup”.
Pada tanggal 21 Mei 1904, atas inisiatif Guerin dari Prancis didirikan federasi sepak bola Internasional yang diberi nama Federation Internationale de Football Association (FIFA) yang mula-mula beranggotakan tujuh negara, yaitu Prancis, Belgia, Denmark, Netherland, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Guerin mendapatkan kehormatan sebagai ketua FIFA yang pertama kali.
Pertandingan-pertandingan sepak bola tingkat internasional atau dunia yang diselenggarakan oleh FIFA, yaitu pertandingan sepak bola Olimpiade untuk pertama kali dalam acara Olimpiade ke-4 di London pada tahun 1908 dan pertandingan sepak bola Piala Dunia yang pertama di kota Montevideo (Uruguay) pada tahun 1930 dengan memperebutkan piala Jules Rimet Cup yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Sekarang nama piala tersebut diganti World Cup.
Permainan sepak bola masuk di Indonesia dibawa oleh orang Belanda. Pada tahun 1939, terbentuklah organisasi sepak bola Indonesia (PSSI). Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yang diketuai oleh Suratin Sosro Sugondo. Untuk mengenang jasa Ir. Suratin, maka namanya diabadikan dalam turnamen sepak bola yunior yang terdiri dari pemuda-pemuda berusia 18 tahun bernama “Suratin Cup”.
Teknik dasar bermain sepak bola
Dasar permainan sepak bola: menendang, menyepak, membawa bola di kepala atau heading, permainan bola di kaki atau dribling.
a. Keterampilan dasar tanpa bola, merupakan latihan dalam permainan sepak bola khususnya latihan teknik badan, antara lain sebagai berikut:
1) Teknik melompat, yaitu ditujukan untuk gerakan menyundul bola, mengambil, dan memenangkan posisi dalam perebutan bola dengan lawan.
2) Teknik berlari dengan irama dan arah berubah. Teknik ini sering dipengaruhi oleh gerakan lawan atau tanpa bola jadi tidak selalu tergantung dari kehendak sendiri.
3) Teknik tipu badan, merupakan gerakan yang sangat penting dalam permainan sepak bola karena dengan berhasilnya gerka tipu maka pemain mendapat keuntungan, yaitu memenangkan posisi dan lepas dari penjagaan lawan sehingga dapat melakukan gerakan berikutnya tanpa rintangan lawan.
4) Teknik bertumpu, yaitu cara bertumpu dengan menggunakan salah satu kaki yang dilakukan secara bergantian, selanjutnya dapat digunakan sebagai cara menendang bola dengan berbagai cara.
5) Teknik keseimbangan atau menggantung. Dilakukan dengan cara latiha mengangkat salah satu kaki membentuk seperti gerakan kapal terbang, jongkok dengan satu kaki atau gerakan berdiri dengan satu atau dua tangan dengan tujuan untuk keseimbangan badan.
b. Keterampilan dasar dengan bola
1) Teknik menangkap bola. Ditujukan untuk penjaga gawang.
2) Teknik menendang bola.
c. Teknik dasar dalam permainan sepak bola
1) Menendang bola (shooting ball)
a) Menendang bola dengan kaki bagian dalam (kura-kura dalam)
b) Menendang bola dengan kaki bagian luar (kura-kura luar)
c) Menendang bola dengan punggung kaki dalam (kura-kura penuh)
d) Menendang bola dengan punggung kaki luar.
2) Menahan atau menghentikan bola (controlling ball)
a) Menahan bola dengan telapak kaki
b) Menahan bola dengan kura-kura kaki penuh
c) Menahan bola dengan dada
d) Menahan bola dengan kepala.
Bermain sepak bola dengan peraturan permainan yang sederhana.
Peraturan sederhana sepak bola:
a. Free kick: tendangan bebas
b. Hands ball: apabila bola menyentuh tangan
c. Out side: bola keluar dari lapangan
d. Throw in: lemparan ke dalam, bola yang keluar dari samping lapangan
e. Corner kick: tendangan sudut atau sepak pojok.
Bermain secara sederhana:
Sepak bola merupakan permainan tim. Oleh karena itu, operan merupakan alat penghubung antarpemain yang satu dengan pemain yang lainnya. Secara sederhana, artinya hanya menggabungkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari dengan peraturan yang pokok saja. Permainan dimulai dari titik tengah oleh regu yang menendang bola. Tujuan aturannya adalah untuk melatih kerja sama, melatih ketepatan operan, berlatih menyerang, dan mempertahankan serangan.
a. Keterampilan dasar tanpa bola, merupakan latihan dalam permainan sepak bola khususnya latihan teknik badan, antara lain sebagai berikut:
1) Teknik melompat, yaitu ditujukan untuk gerakan menyundul bola, mengambil, dan memenangkan posisi dalam perebutan bola dengan lawan.
2) Teknik berlari dengan irama dan arah berubah. Teknik ini sering dipengaruhi oleh gerakan lawan atau tanpa bola jadi tidak selalu tergantung dari kehendak sendiri.
3) Teknik tipu badan, merupakan gerakan yang sangat penting dalam permainan sepak bola karena dengan berhasilnya gerka tipu maka pemain mendapat keuntungan, yaitu memenangkan posisi dan lepas dari penjagaan lawan sehingga dapat melakukan gerakan berikutnya tanpa rintangan lawan.
4) Teknik bertumpu, yaitu cara bertumpu dengan menggunakan salah satu kaki yang dilakukan secara bergantian, selanjutnya dapat digunakan sebagai cara menendang bola dengan berbagai cara.
5) Teknik keseimbangan atau menggantung. Dilakukan dengan cara latiha mengangkat salah satu kaki membentuk seperti gerakan kapal terbang, jongkok dengan satu kaki atau gerakan berdiri dengan satu atau dua tangan dengan tujuan untuk keseimbangan badan.
b. Keterampilan dasar dengan bola
1) Teknik menangkap bola. Ditujukan untuk penjaga gawang.
2) Teknik menendang bola.
c. Teknik dasar dalam permainan sepak bola
1) Menendang bola (shooting ball)
a) Menendang bola dengan kaki bagian dalam (kura-kura dalam)
b) Menendang bola dengan kaki bagian luar (kura-kura luar)
c) Menendang bola dengan punggung kaki dalam (kura-kura penuh)
d) Menendang bola dengan punggung kaki luar.
2) Menahan atau menghentikan bola (controlling ball)
a) Menahan bola dengan telapak kaki
b) Menahan bola dengan kura-kura kaki penuh
c) Menahan bola dengan dada
d) Menahan bola dengan kepala.
Bermain sepak bola dengan peraturan permainan yang sederhana.
Peraturan sederhana sepak bola:
a. Free kick: tendangan bebas
b. Hands ball: apabila bola menyentuh tangan
c. Out side: bola keluar dari lapangan
d. Throw in: lemparan ke dalam, bola yang keluar dari samping lapangan
e. Corner kick: tendangan sudut atau sepak pojok.
Bermain secara sederhana:
Sepak bola merupakan permainan tim. Oleh karena itu, operan merupakan alat penghubung antarpemain yang satu dengan pemain yang lainnya. Secara sederhana, artinya hanya menggabungkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari dengan peraturan yang pokok saja. Permainan dimulai dari titik tengah oleh regu yang menendang bola. Tujuan aturannya adalah untuk melatih kerja sama, melatih ketepatan operan, berlatih menyerang, dan mempertahankan serangan.
Tolak peluru
Cabang olahraga tolak peluru ini tidak ada duanya, seperti halnya cabang yang lain, sebetulnya olahraga ini mudah dilaksanakan asal atlet memperhatikan cara-cara dan tekniknya. Tujuan dari tolak peluru adalah untuk mencapai jarak hasil tolakan yang sejauh-jauhnya. Untuk melakukan tolak peluru diperlukan tenaga yang kuat, oleh sebab itu atlet yang mengikuti lomba tolak peluru harus memiliki badan yang tinggi dan besar sehingga berpeluang untuk menjadi juara.
Unsur-unsur untuk bisa menjadi juara tolak peluru adalah sebagai berikut:
a. Teknik
b. Ketangkasan
c. Kekuatan
d. Ketepatan
e. Kecepatan menolak.
Dalam hal ini, teknik menolak sangat diperlukan daya dorong atau daya ledak yang tinggi dan kuat.
Lapangan tolak peluru
Garis tengah: 2,135 meter
Sektor lemparan: 40 derajat
Tebal garis sudut: 5 cm
Lanjutan garis tengah: 0,75 meter.
Di dalam lingkaran lapangan dibuat dari cor atau beton. Tepi lingkaran dibatasi dengan besi, tinggi besi 2 cm, dan tebal besi 6 mm.
Ukuran peluru yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
1) Untuk putra yunior: 5 kg
2) Untuk putri yunior: 3 kg
3) Untuk putra senior: 7,257 kg
4) Untuk putri senior: 4 kg.
Pengenalan peluru
a. Memegang peluru
b. Mengangkat peluru
c. Menggelindingkan peluru.
Teknik memegang dan meletakkan peluru pada bahu
Peluru diletakkan pada pangkal ibu jari tangan kiri ketiga jari dan kelingking menahan sisi luar bagian peluru, sehingga pada telapak tangan ada sedikit rongga.
Peluru diletakkan pada pangkal leher atau di atas bahu sedikit, sedangkan memegang peluru terletak di antara jari telunjuk dan ibu jari, sedikit melekat pada tulang selangka, peluru bagian atas menempel pada dagu dan siku tidak lebih dari 90 derajat.
Unsur-unsur untuk bisa menjadi juara tolak peluru adalah sebagai berikut:
a. Teknik
b. Ketangkasan
c. Kekuatan
d. Ketepatan
e. Kecepatan menolak.
Dalam hal ini, teknik menolak sangat diperlukan daya dorong atau daya ledak yang tinggi dan kuat.
Lapangan tolak peluru
Garis tengah: 2,135 meter
Sektor lemparan: 40 derajat
Tebal garis sudut: 5 cm
Lanjutan garis tengah: 0,75 meter.
Di dalam lingkaran lapangan dibuat dari cor atau beton. Tepi lingkaran dibatasi dengan besi, tinggi besi 2 cm, dan tebal besi 6 mm.
Ukuran peluru yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
1) Untuk putra yunior: 5 kg
2) Untuk putri yunior: 3 kg
3) Untuk putra senior: 7,257 kg
4) Untuk putri senior: 4 kg.
Pengenalan peluru
a. Memegang peluru
b. Mengangkat peluru
c. Menggelindingkan peluru.
Teknik memegang dan meletakkan peluru pada bahu
Peluru diletakkan pada pangkal ibu jari tangan kiri ketiga jari dan kelingking menahan sisi luar bagian peluru, sehingga pada telapak tangan ada sedikit rongga.
Peluru diletakkan pada pangkal leher atau di atas bahu sedikit, sedangkan memegang peluru terletak di antara jari telunjuk dan ibu jari, sedikit melekat pada tulang selangka, peluru bagian atas menempel pada dagu dan siku tidak lebih dari 90 derajat.
Sejarah pencak silat
Sejak zaman sebelum penjajahan Belanda, bangsa Indonesia telah memiliki tata pembelaan diri baik dalam membela kelompok maupun dalam memperjuangkan kehidupannya. Para pendekar dan ahli beladiri mendapat tempat terhormat di tengah masyarakat, sama hormatnya dengan para empu yang membuat senjata seperti keris, tombak, rencong, dan lainnya.
Bentuk pembelaan tersebut berkembang secara perlahan yang ditularkan dengan tutur secara sembunyi-sembunyi. Setelah masuknya kaum penjajah, penjajah Belanda tidak memberi kesempatan sama sekali atas berkembangnya olahraga beladiri. Bahkan dilarang berlatih, dilarang berkumpul dan berkelompok, sehingga olahraga ini semakin sulit berkembang. Namun, masih ada juga kelompok-kelompok kecil yang mempertahankannya.
Kehadiran Jepang memberi warna lain atas perkembangan pencak silat. Penjajah ini mengizinkan bahkan mengembangkannya demi kepentingan Jepang sendiri. Atas anjuran Shimitsu, diadakanlah pemusatan tenaga aliran pencak silat yang diatur oleh pemerintah. namun demikian, mereka khawatir juga akan bergesernya taisho oleh pencak silat.
Pada zaman kemerdekaan, pencak silat sudah berkembang. Guru-guru pencak silat yang semula hanya belajar dan mengajarkan diam-diam, kini telah terbuka. Bahkan 18 Mei 1948 terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Surakarta yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.
IPSI mempersatukan semua aliran pencak silat yang ada di Indonesia, serta mengusulkan kepada pemerintah untuk dimasukkan dalam kurikulum sekolah. akan tetapi hal itu kurang mendapat perhatian. Dalam seminar yang berlangsung di Tugu, Bogor tahun 1973 dilakukan pengukuhan isitilah bagi seni beladiri ini. Sebab di Jawa umumnya disebut pencak sedang di Sumatera disebut silat yang dikukuhkan dengan pencak silat.
Pencak artinya gerakan dasar bela diri yang terikat dengan peraturan yang digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukkan. Silat bermakna gerak bela diri yang sempurna yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri dan orang lain. Oleh karena itu, pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan.
Kini olahraga ini sudah berkembang menjadi 820 aliran atau perguruan di beberapa daerah, bernaung di bawah 27 pengda (pengurus daerah) IPSI. Oleh para pendekar kita olahraga ini juga sudah disebarluaskan ke negara Belanda, Belgia, Luxemburg, Prancis, Inggris, Denmark, Jerman, Suriname, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.
kunjungi juga: http://matakristal.com/
Bentuk pembelaan tersebut berkembang secara perlahan yang ditularkan dengan tutur secara sembunyi-sembunyi. Setelah masuknya kaum penjajah, penjajah Belanda tidak memberi kesempatan sama sekali atas berkembangnya olahraga beladiri. Bahkan dilarang berlatih, dilarang berkumpul dan berkelompok, sehingga olahraga ini semakin sulit berkembang. Namun, masih ada juga kelompok-kelompok kecil yang mempertahankannya.
Kehadiran Jepang memberi warna lain atas perkembangan pencak silat. Penjajah ini mengizinkan bahkan mengembangkannya demi kepentingan Jepang sendiri. Atas anjuran Shimitsu, diadakanlah pemusatan tenaga aliran pencak silat yang diatur oleh pemerintah. namun demikian, mereka khawatir juga akan bergesernya taisho oleh pencak silat.
Pada zaman kemerdekaan, pencak silat sudah berkembang. Guru-guru pencak silat yang semula hanya belajar dan mengajarkan diam-diam, kini telah terbuka. Bahkan 18 Mei 1948 terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Surakarta yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.
IPSI mempersatukan semua aliran pencak silat yang ada di Indonesia, serta mengusulkan kepada pemerintah untuk dimasukkan dalam kurikulum sekolah. akan tetapi hal itu kurang mendapat perhatian. Dalam seminar yang berlangsung di Tugu, Bogor tahun 1973 dilakukan pengukuhan isitilah bagi seni beladiri ini. Sebab di Jawa umumnya disebut pencak sedang di Sumatera disebut silat yang dikukuhkan dengan pencak silat.
Pencak artinya gerakan dasar bela diri yang terikat dengan peraturan yang digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukkan. Silat bermakna gerak bela diri yang sempurna yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri dan orang lain. Oleh karena itu, pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan.
Kini olahraga ini sudah berkembang menjadi 820 aliran atau perguruan di beberapa daerah, bernaung di bawah 27 pengda (pengurus daerah) IPSI. Oleh para pendekar kita olahraga ini juga sudah disebarluaskan ke negara Belanda, Belgia, Luxemburg, Prancis, Inggris, Denmark, Jerman, Suriname, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.
kunjungi juga: http://matakristal.com/
Kamis, 08 November 2012
Posted by Marketing IndiHome
Latihan lari jarak pendek
Latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 50 meter
Untuk melakukan latihan start jongkok kemudia lari cepat sampai jarak 50 meter ini sama dengan latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 30 meter, tetapi pengulangannya antara 4 – 6 kali dan waktu istirahat atau pemulihan tenaga berkisar antara 3 – 4 menit.
Latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 100 meter
Latihan ini sama dengan latihan di atas, akan tetapi kecepatannya dibagi reaksi langsung sebelum start, periode, percepatan maksimal sampai jarak 60 meter dan pada 20 meter terakhir kecepatan ditingkatkan sampai garis finish.
Latihan ini dilakukan dalam bentuk perlombaan, yaitu dari gerakan start, gerakan lari cepat sampai memasuki garis finish. Latihan ini tidak dilakukan dengan pengulangan, karena siswa melakukannya dalam bentuk lari cepat dengan kecepatan maksimal.
Latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 200 meter
Latihan ini sama dengan latihan di atas, akan tetapi penggunaan tenaga dapat dikatakan tidak banyak berbeda dengan lari 100 meter. Pelari 200 meter ini diperlukan kecepatan yang sama dengan kecepatan untuk pelari 100 meter.
Pada lari 200 meter ini diperlukan gerakan lari yang lebih kendor dan dengan langkah-langkah yang berirama. Teknik lari yang demikian ini yang lazim disebut ‘the float’. Lari di tikungan juga memerlukan teknik khusus. Pelari harus melakukan gerakan floating di tikungan juga memerlukan teknik khusus. Pelari harus melakukan gerakan floating dengan sedikit condong ke kiri, ayunan lengan kiri sedikit masuk, tolakan kaki kiri juga lebih kuat karena berat badan sedikit bergeser ke kiri berhubung dengan condong badan ke kiri.
Adapun pedoman pengaturan tenaga untuk lari 200 meter ini adalah sebagai berikut:
a. Jarak 60 meter pertama lari dengan kecepatan penuh
b. 90 meter berikutnya ditempuh dengan floating
c. Sisa jarak 50 meter ditempuh dengan kecepatan maksimal.
kunjungi juga: http://matakristal.com/
Untuk melakukan latihan start jongkok kemudia lari cepat sampai jarak 50 meter ini sama dengan latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 30 meter, tetapi pengulangannya antara 4 – 6 kali dan waktu istirahat atau pemulihan tenaga berkisar antara 3 – 4 menit.
Latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 100 meter
Latihan ini sama dengan latihan di atas, akan tetapi kecepatannya dibagi reaksi langsung sebelum start, periode, percepatan maksimal sampai jarak 60 meter dan pada 20 meter terakhir kecepatan ditingkatkan sampai garis finish.
Latihan ini dilakukan dalam bentuk perlombaan, yaitu dari gerakan start, gerakan lari cepat sampai memasuki garis finish. Latihan ini tidak dilakukan dengan pengulangan, karena siswa melakukannya dalam bentuk lari cepat dengan kecepatan maksimal.
Latihan start jongkok kemudian lari cepat sampai jarak 200 meter
Latihan ini sama dengan latihan di atas, akan tetapi penggunaan tenaga dapat dikatakan tidak banyak berbeda dengan lari 100 meter. Pelari 200 meter ini diperlukan kecepatan yang sama dengan kecepatan untuk pelari 100 meter.
Pada lari 200 meter ini diperlukan gerakan lari yang lebih kendor dan dengan langkah-langkah yang berirama. Teknik lari yang demikian ini yang lazim disebut ‘the float’. Lari di tikungan juga memerlukan teknik khusus. Pelari harus melakukan gerakan floating di tikungan juga memerlukan teknik khusus. Pelari harus melakukan gerakan floating dengan sedikit condong ke kiri, ayunan lengan kiri sedikit masuk, tolakan kaki kiri juga lebih kuat karena berat badan sedikit bergeser ke kiri berhubung dengan condong badan ke kiri.
Adapun pedoman pengaturan tenaga untuk lari 200 meter ini adalah sebagai berikut:
a. Jarak 60 meter pertama lari dengan kecepatan penuh
b. 90 meter berikutnya ditempuh dengan floating
c. Sisa jarak 50 meter ditempuh dengan kecepatan maksimal.
kunjungi juga: http://matakristal.com/