Tampilkan postingan dengan label Alkisah. Tampilkan semua postingan
Kisah Nyata Mayat Membaca Surat Yasin di Mekah

Kisah Nyata Mayat Membaca Surat Yasin di Mekah - Ini adalah Kisah Nyata yang telah diceritakan oleh pelajar-pelajar yang menimba Ilmu di Arab Saudi. Peristiwa ini baru saja terjadi dan dibenarkan oleh Ustaz Halim Naser seorang peneliti Muslim
Alkisah.. Pada suatu hari di musim haji yang, pelajar pelajar tersebut yang sama-sama menunaikan haji kebetulan mengikuti rombongan orang Arab untuk mengebumikan mayat seorang yang meninggal dunia pada musim haji. Makam tersebut terletak di Ma’la….tempat pengebumian para jemaah haji yang meninggal dunia di Mekah….
Cara mengebumikan mayat ialah dengan cara meninggalkan mayat dalam lubang yang disediakan dan menutupnya untuk kira-kira delapan bulan. Setelah delapan bulan, lubang itu akan dibuka lembali untuk mengebumikan mayat yang baru.
Begitu sampai pada pemakaman yang liang kuburnya sudah disiapkan untuk mengebumikan mayat yang baru, orang-orang Arab tersebut behamburan lari ketakutan karena nampak mayat sedang bersila, bukan tidur seperti kebiasaannya. pelajar pelajar tersebut ini memberanikan diri merangkak ke dalam kubur tersebut untuk melihat dengan lebih jelas. apa yang terjadi diliang kubur tersebut. Hasilnya dia mendapati memang ada mayat sedang bersila dan mayat tersebut sedang membaca Al Quran.
Sseterusnya. Ayat Quran yang terbuka ialah Surah Yasin. Satu lagi perkara ialah mayat tersebut tidak hancur dan kain kapan yang membalutinya juga tetap utuh. Yang yang tidak ada hanyalah kapas yang diletakkan di antara mayat dengan kain kapan (kain ehram).
Setelah setelah diteliti, rupa-rupanya mayat tersebut ialah mayat seorang lelaki berkulit hitam yang kerjanya ialah membersihkan Baitullah daripada tumpahan air zam-zam. Dan ketika perkerjaannya sudah slesai daripada membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. Dia akan duduk di satu sudut Baitullah dan membaca Surah Yasin.
Itulah kelebihannya bagi orang yang berbakti ke jalan Allah…
Inilah yang membuatkan kita semakin berkobar-kobar untuk mengunjungi Baitullah… .
Selepas peristiwa itu, lubang kubur itu pun di patri (disemen) dan ditandai agar tiada mayat lagi yang akan dikebumikan di situ….
Semoga dapat menjadi renungan buat kita semua. Inilah bukti akan janji-janji Allah pada hamba-Nya yang taat dan ikhlas bekerja kerana-Nya.
[ sumber ]
Luar biasa !! Perjuangan Seorang Bocah Untuk Membantu Keluarganya
Luar biasa !! Perjuangan Seorang Bocah Untuk Membantu Keluarganya - Hidup memang keras....
Xiu Hua harus melatih kelenturan tubuhnya setiap hari dan tingkat kesulitan latihan akan ditambah setiap bulannya. Kelak ia akan diarahkan menjadi pemain akrobatik atau atlet senam.
Xiu Hua saat melakukan gerakan split saat berlatih di Pelatihan Akrobatik di Fujian, Cina. Gadis yang baru berusia tujuh tahun ini harus menjalani latihan keras setiap harinya.
Xiu Hua berlatih sejak usia 4 tahun dan ia adalah anggota termuda di pelatihan ini. Orang tuanya mengirimnya untuk berlatih akrobat agar dapat menghasilkan uang untuk membantu keluarga.
Xiu Hua saat melakukan gerakan latihan yang sulit. Meskipun mengalami rasa sakit dan kelelahan saat berlatih, gadis ini tidak pernah mengeluh dan menangis.

Raut wajah Xiu Hua saat melakukan gerakan handstand. Ia percaya latihan keras yang dijalaninya sekarang akan membuatnya sukses di masa depan dan mengangkat keluarganya dari kemiskinan.
[ sumber ]
[ sumber ]
Pasangan Ini Lahir Di Tanggal Yang Sama, Meninggal Hampir Bersamaan

Pasangan Ini Lahir Di Tanggal Yang Sama, Meninggal Hampir Bersamaan - Rejeki, maut dan jodoh, semua ada di tangan Tuhan. Kalau memang sudah berjodoh, maka tak akan terpisahkan selama-lamanya.
Sebuah kisah kematian yang mengagumkan terjadi di California. Helen Brown dan suaminya, Les Brown, adalah pasangan yang lahir di tanggal yang sama. Tepat ketika mereka berusia 94 tahun, keduanya meninggal hanya dalam selisih satu hari.
Pasangan ini sama-sama lahir pada tahun baru 1918. keduanya bertemu dan jatuh cinta saat SMA. Sayang, hubungan keduanya tak direstui oleh orang tua mereka. Oleh karena itu pasangan ini memutuskan untuk kawin lari pada usia 18 tahun.
Tahun lalu keduanya baru saja merayakan ulang tahun pernikahan ke 75 tahun. Waktu terus berlalu, namun kisah cinta mereka terus berlanjut meski kini mereka tak semuda dulu lagi.
Satu hal yang diingat oleh sang anak, Daniel, sebelum orang tuanya meninggal. "Ibuku pernah berkata bahwa dia tak ingin melihat ayah meninggal, dan ayah mengatakan dia tak mau hidup tanpa ibu," ujarnya.
Doa itu terkabul. Helen Brown yang mengidap kanker perut, meninggal pada tanggal 16 Juli, mendahului suaminya. Namun sehari kemudian, Les Brown meninggal pada 17 Juli setelah selama ini menghadapi penyakit Parkinson yang dideritanya.
Pasangan ini memang tak pernah terpisahkan sejak masih muda. Bahkan hingga akhir hayatnya, keduanya masih saling bersama.
[ sumber ]
Kisah Hikmah, Jeruk Busuk Terasa Manis [yang mau ngerti pengorbanan orang miskin]
Kisah Hikmah, Jeruk Busuk Terasa Manis [yang mau ngerti pengorbanan orang miskin] - Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit, terdengar suara makian keras dari pasien sebelah, “Bawa jeruk kok busuk, mau ngeracunin saya? biar saya cepat mati?”Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Boleh jadi benar, bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Dan tanpa bertanya lagi, marahlah ia kepada si pembawa jeruk.
Sebenarnya, boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk, mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Penat, bosan, jenuh, mual, pusing, panas, dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari, belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit, perawat yang kadang tak ramah, keluarga yang mulai uring-uringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja, semuanya membuat dadanya bergemuruh. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus, marahlah ia.
Quote:Wajar. Sekali lagi wajar. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah, berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. Tiba-tiba, “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus, mending nggak usah beli. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu.
Pupuslah senyum keluarga itu, rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu, tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa.
Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga, dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat, tak satu pun dari anggota keluarga itu sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya.
Quote:Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu.
Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…”
Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli sepeti jeruk manis dan segar.
Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu.
[ sumber ]
Kasihan...Gadis Kecil Ini Di Jemur Dan Berlutut Di Jalan Sebagai Hukuman
Kasihan...Gadis Kecil Ini Di Jemur Dan Berlutut Di Jalan Sebagai Hukuman - Seorang gadis dipaksa untuk berlutut di tanah sambil melakukan pekerjaan rumahnya sebagai
hukuman pada hari terpanas dalam setahun di China, ketika pemerintah kota mengeluarkan peringatan merah pertama tahun ini, tertinggi dari sistem peringatan tiga tingkat.

Sementara itu tidak diketahui persis apa kesalahan gadis kecil itu, saksi yang memposting foto kejadian mengatakan orangtuanya memaksanya untuk melakukannya untuk belajar dari kesalahannya.
Gadis itu tetap seperti itu selama lebih dari satu jam sebelum ia diizinkan untuk masuk ke dalam rumah.
Foto itu menciptakan kegemparan di internet, dengan banyak kritikan yang ditujukan ke orang tua gadis kecil itu dan mengatakan mereka harus dihukum karena melanggar hak-hak asasi anak.
[ sumber ]
hukuman pada hari terpanas dalam setahun di China, ketika pemerintah kota mengeluarkan peringatan merah pertama tahun ini, tertinggi dari sistem peringatan tiga tingkat.

Sementara itu tidak diketahui persis apa kesalahan gadis kecil itu, saksi yang memposting foto kejadian mengatakan orangtuanya memaksanya untuk melakukannya untuk belajar dari kesalahannya.
Gadis itu tetap seperti itu selama lebih dari satu jam sebelum ia diizinkan untuk masuk ke dalam rumah.
Foto itu menciptakan kegemparan di internet, dengan banyak kritikan yang ditujukan ke orang tua gadis kecil itu dan mengatakan mereka harus dihukum karena melanggar hak-hak asasi anak.
[ sumber ]
Wanita Ini Setia Memanggul Kekasihnya Yang Tidak Memiliki Kaki Dan Tangan

Wanita Ini Setia Memanggul Kekasihnya Yang Tidak Memiliki Kaki Dan Tangan - Ini adalah kisah nyata tentang Taylor Morris. Taylor adalah salah seorang tentara yang dikirim tugas ke Afghanistan pada awal tahun 2012 lalu. Namun sebuah ledakan disana membuat Taylor kehilangan kedua kaki dan tangannya.
Sejak itu, banyak hal yang berubah dalam hidup Taylor. Ia merasa tak berdaya dan tak seperkasa dulu. Namun, cinta sejati kekasihnya, Danielle Kelly, tidak pernah berubah ataupun berpaling darinya. Ini membuat Taylor tetap tegar.

Taylor dan Daniele, selalu bersama saat suka dan duka
Taylor dan Danielle sudah menjalin cinta sejak lama. Tidak mudah bagi seorang wanita untuk menerima bahwa kekasihnya kini tak seperti dahulu lagi. Namun wanita ini memang memiliki cinta sejati pada Taylor. Saat mereka pulang ke kampung halaman, Danielle bahkan rela memanggul Taylor di punggungnya untuk turun dari pesawat.

Dalam sebuah blognya, Danielle mengatakan, "Dia (Taylor) adalah orang yang paling setia dan penuh cinta yang pernah aku tahu, oleh karena itu aku meminta pada orang-orang agar selalu ada untuknya."
Sahabat Taylor, Tim Dodd, mengabadikan banyak sekali foto mengharukan tentang kebersamaan pasangan yang satu ini. Di mana keduanya saling berpelukan sambil menonton film bersama meski tak saling menggenggam tangan, saat Danielle membantu Taylor terapi, dan bagaimana Taylor mencoba memeluk Danielle meski tak bisa. Danielle rela menjadi kaki dan tangan bagi Taylor dengan sepenuh hati.

Sebuah kisah cinta yang membuat kita tergetar
Kini Thomas sudah menggunakan kaki dan tangan palsu. Dalam sebuah momen pernikahan sahabatnya, Thomas mengajak Danielle untuk berdansa. Ia juga menyampaikan sebuah pidato sambil menitikkan air mata, "Kalau aku memiliki tangan, aku akan memetik bintang dan memberikannya pada Danielle. Semua ini sungguh sulit, namun dia selalu ada untukku setiap saat." (Crl/ABC News, The Gazette, Babble)
[ sumber ]
Sumiati, Manusia Gerobak Dari Keluarga Berada

Sumiati, Manusia Gerobak Dari Keluarga Berada - Panasnya terik matahari, gelapnya malam dan derasnya hujan tidak membuat Herman (70) dan Sumiati (72) berhenti untuk menarik gerobaknya. Pasangan suami istri itu setiap harinya tidur di dalam gerobak dan hidup dengan kotak beroda yang selalu dibawanya itu.
Hidup sebagai 'manusia gerobak', Herman dan Sumiati setiap hari menyambung hidup dengan mengumpulkan gelas atau botol plastik air mineral. Cara hidup seperti ini sudah dilakoni pasangan asal Gabus, Kabupaten Bekasi, dalam dua tahun terakhir.
Meski tidak punya arah yang jelas, mereka sering menarik gerobaknya di daerah Banjir Kanal Timur (BKT) Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Menjalani hidup sebagai manusia gerobak terpaksa dilakukan Herman dan Sumiati semenjak roda kehidupan mereka berubah. Kedua orangtua Sumiati sebenarnya adalah orang yang cukup berada. Namun keadaan berubah sejak ayah kandung Sumiati meninggal dunia saat usianya menginjak 20 tahun. Sementara sang ibu memilih menikah lagi.
Berselang 5 tahun setelah menikah lagi, sang ibu pun akhirnya meninggal dunia dan memberikan warisan tanah seluas 5.000 meter kepada Sumiati. Namun bukannya menikmati warisan, Sumiati justru diperintahkan oleh lima adik tirinya untuk menjual warisan tanah dari almarhumah ibunya.
"Ibu meninggal saat saya masih berusia 25 tahun dan saat itu saya mendapatkan warisan tanah 5.000 meter persegi, namun lima saudara tiri saya yang semuanya cowok ngiri dan menyuruh saya untuk menjualnya serta terus menerus mengancam saya kalau tidak menjual tanahnya nasib saya akan sama seperti ibu saya. Bahkan mereka mengusir saya dan berkata, 'Sum lo mah namanya orang gak punya anak, orang gembel di luar sana aja bisa hidup dengan makan seadanya, mending lo gabung ama mereka', ujar Sumiati ketika ditemui merdeka.com.
Tak tahan dengan desakan saudara-saudara tirinya, Sumiati pun lantas menjual tanah warisan sang ibu dan duit hasil penjualan sepersen pun tidak diterimanya. Seluruh hasil penjualan diambil oleh lima saudara tirinya dan digunakan mereka untuk bermain judi.
"Saat itu selepas menjual tanah, saya menjadi pedagang sayuran di pasar samping terminal Bekasi, namun ketika itu saya mengambil modal sayuran dari orang lain, tapi waktu itu cuma untung sedikit, baru dua tahun terakhir ini kami menjadi 'manusia gerobak' dan mencari makan dengan mengumpulkan gelas plastik air mineral, nanti kalau uda banyak baru saya kilokan kepada tukang lowak, jelas Sumiati.[ren]
[ sumber ]
( Foto ) Kisah Kembar Siam Hidup Bersama 50 Tahun

Kembar siam George dan Lori Schappell telah menantang prediksi dokter. Dengan setengah jidat dan satu mata menempel, mereka masih bisa tersenyum gembira merayakan ulang tahun ke-50.
Mereka menandai hari bahagia itu dengan melakukan perjalanan ke London. "Saat kami lahir, dokter memprediksi usia kami tak sampai 30 tahun, kami belajar banyak dan kami ingin melanjutkan hidup," kata Lori, seperti dikutip dari The Sun.
Mereka bertahan hidup selama 50 tahun dengan begitu banyak perbedaan. George yang mulanya bernama Dori memutuskan hidup sebagai laki-laki. Sementara Lori hidup sebagai wanita yang menjalin hubungan dengan seorang pria. Lori beberapa kali memenangi kejuaran bowling, sedangkan George kerap tampil sebagai penyanyi country.
Lori terlahir dengan kondisi tubuh yang mampu tumbuh dengan baik. Sementara George menderita spina bifida yang membuatnya harus duduk di kursi roda untuk membantu mobilitasnya. Dengan kondisi kepala menyatu, Lori selalu membantu George mendorong kursi roda untuk beraktivitas bersama.
"Kebanyakan orang tidak percaya, tapi kami memiliki kehidupan yang sangat normal," kata George. "Kami bisa bepergian, merapikan apartemen sendiri, bahkan Lori punya kekasih. Tak ada yang bisa menghalangi kami melakukan yang kami mau."
Kehidupan mereka harmonis dan saling mendukung. Ketika Lori berkencan, George akan setia menunggu sambil membaca buku. Lori pun tak ragu berciuman dan bercinta dengan pasangannya. "Aku kehilangan keperawananku saat usia 23 tahun," kata Lori.
Kembar siam George dan Lori Schappell Kembar siam George dan Lori Schappell

Kembar siam asal Pennsylvania, Amerika Serikat ini lahir dengan 30 persen jaringan lobus frontal otak menyatu dan pembuluh darah kritis. Kondisi itulah yang membuat mereka tak dapat dipisahkan melalui operasi.
Pengadilan kemudian memutuskan bahwa orangtua mereka tidak bisa merawat. Mereka kemudian ditempatkan di sebuah lembaga kesehatan, di mana mayoritas pasiennya menderita cacat mental yang parah. "Sama sekali tidak ada yang salah dengan kita, selain dari fisik."
Ketika menginjak usia 21 tahun, mereka berjuang melawan hukum untuk mendapat hak pendidikan. Mereka menang, dan Lori bisa mengambil pendidikan sekretaris. "Kami harus buktikan kami bisa hidup sendiri dan kami akhirnya diizinkan untuk menjadi independen."
Di apartemennya, mereka memiliki dua kamar tidur dengan interior sesuai kepribadian masing-masing. Mereka menempati kamar itu bergantian setiap malam. "Kamarku lebih girly dan mencerminkan kepribadian saya, sementara George memasang banyak poster musik di kamarnya."
Hingga empat tahun lalu, George hidup sebagai wanita. Namun, pergolakan batin membuatnya berani mengambil keputusan hidup sebagai pria. "Itu sangat sulit, tapi aku semakin tua dan aku tidak ingin hidup dalam kebohongan. Aku tahu aku harus menjalani hidupku seperti yang kuinginkan."(np)
[ sumber ]
Video Ayah Sekarat Sempatkan Berdansa Untuk Pernikahan Putrinya

Video Ayah Sekarat Sempatkan Berdansa Untuk Pernikahan Putrinya - Seorang ayah adalah cinta pertama dari anak perempuan mereka. Di saat menikah, banyak anak perempuan yang ingin sang ayah berada di sisinya. Meski tidak semua wanita mendapatkan kesempatan itu.
Rachel Wolf adalah seorang wanita berusia 25 tahun yang bermimpi bahwa suatu hari nanti saat ia menikah, ia akan berdansa dengan sang ayah. Namun sayang, sang ayah sepertinya tak punya banyak waktu untuk menunggu putrinya menikah. Dr. James Wolf, sang ayah, divonis terkena kanker dan waktunya diperkirakan kurang dari 3 bulan lagi untuk hidup.
Tak ingin kehilangan momen berharga dan manis bersama sang ayah, Rachel mengundang ayahnya untuk berdansa dengannya menggunakan setelan jas dan Rachel akan menggunakan gaun putih. Ironisnya, Rachel bahkan belum bertunangan. Dengan kata lain adegan dansa mempelai wanita dan sang ayah ini hanyalah pura-pura.
Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat Rachel dan ayahnya. Keduanya tetap menari di hari yang telah dipersiapkan itu dengan wajah yang penuh senyum namun juga mengharu biru. Rachel mengatakan bahwa ia ingin merekam momen dansa bersama ayahnya, sehingga ketika ia benar-benar menikah nanti, sang ayah akan terasa hadir di sana.

Dr. James Wolf mengidap kanker pankreas dan dikatakan bahwa dirinya tak lagi punya banyak waktu untuk menemani keluarga kecilnya. Oleh karena itu ia menyanggupi keinginan putrinya, "Ada banyak hal yang aku ingin alami bersama dengan putriku," kata Dr. James dengan penuh emosional. "Dan aku tak akan ada di sana," lanjutnya.
Seharusnya Dr James harus bedrest dan terbaring di rumah sakit dengan berbagai peralatan medis yang menancap di tubuhnya. Meski begitu, ia rela menggenapi permintaan sang putri yang juga masih sedih sekalipun sang ayah memenuhi janjinya.
Sang ayah menyambut putrinya yang cantik dengan menitikkan air matanya, "Hai Sayang, kau nampak cantik," ujar Dr. James. Rachel pun memeluknya dengan membisikkan pada sang ayah, "Aku menyayangimu, Yah.". Keduanya menari dengan anggun dan ceria, saling tersenyum seolah tak lagi peduli akan hari esok. Momen tersebut semakin menyentuh ketika keduanya berpelukan.
Meski bukan adegan pernikahan sungguhan, namun mereka yang menghadiri pernikahan itu bertepuk tangan atas kebahagiaan ayah dan anak itu. Beberapa di antaranya bahkan menitikkan air mata. Sementara Dr. James yang menari bersama puterinya mengatakan, "Aku selalu bersamamu. Okay? Ingat itu." Rachel pun memeluk sang ayah dan mengatakan lagi bahwa ia sangat menyayanginya.
Pelukan terhangat dari sang ayah itu menjadi pelukan yang tak akan dilupakan oleh Rachel, karena mungkin itu adalah pelukan terakhir dari sang ayah.
[ sumber ]
Wanita Ini Sempat Menikah Sebelum Meninggal Karena Penyakit Kanker

Wanita Ini Sempat Menikah Sebelum Meninggal Karena Penyakit Kanker - Kanker, penyakit mematikan yang mungkin bisa memupuskan harapan. Namun, tak meredupkan cinta di antara pasangan ini.
Iveta Kelesova adalah seorang ibu muda yang memiliki seorang anak dan pria yang sangat ia cintai, Mikulas Keles. Meski wanita ini dalam keadaan sekarat, namun senyum tetap mengembang di hari pernikahannya dengan Keles. Hari itu ia sangat cantik dengan balutan gaun putih dan diantar menuju kapel dengan kursi roda.

Selama ini, Iveta mengalami batuk yang tak kunjung berhenti, berkeringat banyak di malam hari dan sakit di tubuhnya. Selama 6 bulan ini ia beberapa kali mengunjungi dokter, selama itu pula dokter mengatakan bahwa tak ada yang benar-benar mengkhawatirkan dari keadaan Iveta.
Meski begitu, Iveta bisa merasakan ada yang aneh dalam tubuhnya. Tak ingin membuat kekasihnya khawatir, saat ditanya oleh Keles, ia akan menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. "Aku tahu ia benar-benar merasa kesakitan," ujar Keles yang merasa ada keganjilan pada Iveta.
Pada akhir Maret lalu, Iveta dibawa ke rumah sakit akibat mengalami gangguan pernagfasan yang hebat. Setelah dirawat, ditemukan lah fakta bahwa ia mengalami kanker yang selama ini sangat sulit didiagnosa oleh dokter.

Saat itu, kankernya sudah menyebar ke area tulang dan limpa. Kondisi ini membuatnya sangat sulit untuk dipulihkan kembali. Dengan kata lain, usia Iveta sudah tidak lama lagi.
Kabar ini benar-benar membuat Keles hancur dan sedikit tidak terima dengan apa yang dilakukan dokter. Bagaimana bisa saat wanita yang dicintainya dalam kondisi yang makin buruk, dokter yang selama ini menanganinya hanya memberikan penjelasan bahwa sang pasien baik-baik saja?
Mengetahui bahwa keduanya tak punya banyak waktu untuk bersama, akhirnya mereka menikah di kapel rumah sakit pada 2 Mei lalu. Semua yang hadir dalam pernikahan itu berusaha untuk tersenyum, namun momen pernikahan itu benar-benar terasa sedih dan mengharukan.

"Iveta sangat cantik, tapi ia kelihatan lelah dan aku takut ia akan menutup matanya dan meninggal sewaktu-waktu," ujar Keles. Sebagai seorang suami, Keles bertanggung jawab membiayai istri dan anaknya, serta kedua orang tuanya yang sedang sakit.

Iveta dan Keles memiliki seorang anak berusia 2 tahun yang bernama Victoria. Tingkahnya yang menggemaskan dan nakal kadang mengingatkan Keles pada Iveta. Sayang, Iveta meninggalkan keduanya pada bulan Mei tanggal 15 yang lalu.

Setiap kali melihat foto Iveta, putrinya akan menangis dan hal itu benar-benar membuat Keles merasa sedih. "Ia tak suka berada di rumah sakit dan melihat ibunya dipenuhi selang infus. Ia tahu ibunya sudah pergi ke surga, namun Victoria sangat merindukannya."
Iveta yang cantik berusaha tersenyum di depan Keles dan Victoria yang ia sayangi. Namun takdir tak mengijinkan Keles dan Iveta untuk menghabiskan waktu lebih lama. Tubuh mungkin tak lagi di sisi, namun bagi Victoria dan Keles, cinta mereka pada Iveta selalu bersemi di dalam hati.
[ sumber ]
Akankah Kelak 1 hari di bumi akan menjadi 960 Jam ??

Akankah Kelak 1 hari di bumi akan menjadi 960 Jam ?? - Bagi kita yang hidup di atas bumi, mungkin Anda beranggapan kita sudah sangat memahami hal ihwal kehidupan di planet ini, tapi, belum tentu, ada sejumlah fakta yang mungkin belum Anda ketahui. Mungkin sekilas tidak terlintas dalam benak Anda, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui yang dikutip dari Beijing Technology. Coba Anda jawab sejenak, lihat seberapa luas pemahaman Anda tentang masalah ini.
Apakah dalam satu hari itu akan selalu 24 jam ?
Pada 1000 tahun silam, satu hari di bumi hanya 18 jam sehari, dari hari ke hari rotasi bumi semakin lamban, dan dalam satu hari sekarang adalah 24 jam, menurut perhitungan ilmuwan, bahwa kelak di masa yang akan datang, dalam satu hari di bumi akan menjadi 960 jam!
Zoa Ahmad said: Sama seperti didalam islam bahwasanya pada zaman dajal 1 hari akan sama dengan 1 bulan
Berapa luas permukaan bumi ?
Luas permukaan bumi adalah 510,1 juta km persegi.
Berapa luas padang pasir di bumi?
Kurang lebih 1/3 areal bumi merupakan padang pasir, jika manusia tidak membatasi terhadap perilaku individu, maka padang-pasir akan semakin meluas. Gurun Sahara di Afrika Utara adalah padang pasir yang terluas di dunia, adalah 23 kali ubik air tawar tersimpan di bumi, hampir setengahnya dalam setengah mil dekat permukaan bumi. Di permukaan Mars juga banyak terdapat air, namun, hingga saat ini air yang terdeteksi berupa zat padat, tidak ada yang tahu secara pasti berapa banyak sesungguhnya kandungan air yang terdapat di sana.
Dimana kawasan di bumi yang rentan terjadi gempa dan letusan gunung berapi ?
Sebagian besar gempa bumi dan gunung berapi terjadi di 12 titik perbatasan lempeng bumi, dan sedikit banyak mereka bergerak di permukaan bumi. Namun, salah satu lempeng yang paling aktif adalah lempeng Samudera Pasifik, kawasan perbatasan yang mengelilingi lempeng ini kerap terjadi gempa dan letusan gunung berapi, karena itu disebut juga daerah gempa dan gunung berapi Samudera Pasifik, dari Jepang hingga Alaska sampai ke Amerika Selatan, jangkauan kawasan ini sangat luas.
Apakah inti dalam bumi itu zat padat ?
Menurut kabar, bahwa inti dalam bumi itu sebagiannya adalah benda padat, namun, karena suhu yang terlalu tinggi sehingga di sekeliling pusat bumi telah lumer, kita tidak pernah sampai di pusat bumi, karena itu ilmuwan juga tidak dapat mengomposisinya secara pasti dan akurat. Baru-baru ini ada ilmuwan yang mengemukakan sebuah konsep yang berani dan cukup menarik, yaitu membuat sebuah lubang dengan bor, kemudian memasukkan sebuah detektor untuk menyelidiki lebih banyak perihal bagian dalam bumi.
Berapa kecepatan angin yang tercepat di permukaan bumi?
Kecepatan angin “normal” yang paling cepat di permukaan bumi mencapai 372 km/jam, ini adalah catatan yang tercatat pada 12 April 1934 di Washington Mountain negara bagian New Hampshire, AS. Namun, dalam suatu Tornado yang terjadi di Oklahoma pada Mei 1995 silam, kecepatan angin tercepat yang terdeteksi peneliti mencapai 513 km/jam, dan sebagai perbandingan, daerah angin di planet Neptunus paling cepat dapat mencapai 1448 km/jam.
Bagaimana kembang api yang berwarna warni itu terbentuk ?
Kembang api yang dimainkan pada hari raya beragam corak dan warna, itu adalah warna yang tercipta dari mineral di bumi. Strontium dapat menghasilkan warna merah tua, tembaga menghasilkan warna biru, natrium menghasilkan warna kuning, serbuk besi dan arang menghasilkan percikan api kuning keemasan, kilatan cahaya yang terang dan bunyi yang nyaring berasal dari serbuk aluminium.
Berapa total emas yang dihasilkan di dunia ?
Secara total emas yang dihasilkan di dunia lebih dari 193 ribu ton (metrik ton), jika semua emas ini ditimbun jadi satu, dapat menumpuk sebuah susunan gedung empat persegi setinggi 7 lantai. Afrika dan Amerika Serikat adalah dua negara penghasil emas, Afrika Selatan menghasilkan 5300 ton emas/tahun, dan Amerika Serikat menghasilkan lebih dari 3200 ton /tahun.
Dimana tempat yang paling dingin dan panas di bumi ?
Anda keliru, jika menurut Anda bahwa lembah mati di Kalifornia, AS, adalah tempat yang paling panas di dunia, dalam satu tahun selama waktu yang relatif lama di sana sangat panas, namun, tempat terpanas yang tercatat adalah di sebuah daerah di Libya, pada 13 September 1922, suhu di sana mencapai 57.8 derajat Celcius, ini adalah nilai tertinggi dalam catatan suhu sejak itu. Pada 10 Juli 1913, suhu tertinggi di lembah mati Kalifornia, AS, mencapai 54 derajat Celcius. Daerah dengan suhu terendah di dunia adalah di pusat timur Kutub Selatan, suhu pada 21 Juli 1983 mencapai 89 derajat dibawah nol Celcius.
Bagaimana guntur itu terjadi ?
Jika menurut Anda disebabkan oleh petir, benar juga, namun, anggapan yang tepat adalah karena suhu udara di sekitar petir naik secara drastis, kurang lebih 5 kali lipatnya suhu matahari. Pemanasan yang tiba-tiba menyebabkan kecepatan udara mengembang lebih pesat dibanding velositas bunyi, ini akan mengompres udara di sekitar dan membentuk gelombang kejut, dengan demikian kita bisa mendengar suara guntur.
[ sumber ]
Kisah Mengharukan: Mengayuh Becak Sambil Menggendong Bayinya

Kisah Mengharukan: Mengayuh Becak Sambil Menggendong Bayinya - Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.
Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.
Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September," ujar pak Bablu. "Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak," lanjutnya.
Pekerjaan pak Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya, sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Hal ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.
Kondisi ini memang memprihatinkan, terutama bagi Damini yang masih sangat kecil. Panasnya matahari dan kondisi jalanan membuatnya harus dilarikan di rumah sakit Jaipur beberapa waktu yang lalu. Sang bayi mengalami septikemia, anemia dan dehidrasi akut. Untungnya, kondisi sang bayi membaik setelah dirawat.
Berita ini dengan cepat menyebar di India, sehingga banyak tawaran bantuan yang diterima oleh pak Bablu. Besar kemungkinan bahwa pemerintah India setempat sedang memproses cara untuk membantu merawat sang bayi. Semoga bantuan segera datang, sehingga bayi perempuan ini mendapat perawatan yang lebih baik.
kawan, jangan remehkan cinta seorang ayah. Sudahkah Anda berterima kasih pada beliau?(vem/yel)
[ sumber ]
Kasihan, Gadis 6 Tahun Hidup Tanpa Otak

Kasihan, Gadis 6 Tahun Hidup Tanpa Otak - Cleveland, Kaliysha, putri dari April Barrett, dilahirkan dengan kondisi langka hydranencephaly, yang membuatnya hidup tanpa otak. Meskipun menurut dokter harapan hidup anak ini akan sulit, tapi Kaliysha yang kini berusia 6 tahun berhasil bertahan hidup dengan hanya memiliki sebagian batang otak yang berfungsi.
Fox News melaporkan, menurut Dr Nicholas Bambakidis, Direktur Serebrovaskular dan Operasi Dasar Tengkorak di Universitas Hospitals Case Medical Center di Cleveland, batang otak dapat mengendalikan fungsi tertentu yang diperlukan untuk mempertahankan hidupnya. "Batang otak adalah bagian dari sistem saraf yang mengontrol fungsi otonom, seperti pemicu untuk bernapas dan menjaga tekanan darah serta beberapa hal lainnya.” Namun, anak ini kehilangan korteks serebral, yang berfungsi mengontrol kepribadian, memori, dan kemampuan berbicaranya.
Barrett menganggap keadaan putrinya yang bisa bertahan untuk hidup sampai saat ini adalah kejaiban. Sebelum Kaliysha lahir, dokter sempat mengatakan, “dia akan terlahir tanpa otak,dan saya diminta memotret foto perut saya karena itu adalah saat terakhir ia akan hidup," ujar Barrett.
"Aku sangat terpukul setiap kali merasakan tendangannya saat ia masih di dalam kandunganku. Ini membuat aku menangis karena mengetahui hidupnya tidak akan lama lagi," kata Barrett.
Namun, karena penyakit baru yang lebih merusak batang otaknya, Kaliysha kini menerima perawatan di rumah sakit. Barrett juga telah menyiapkan dana yang disebut “Pace of Miracles”, yang digunakan untuk pemakaman dan penguburan Kaliysha. Mereka yang ingin membantu juga dapat menyumbang ke setiap lokasi Chase Bank.
Hydranencephaly adalah suatu penyakit seperti hydrocephalus tetapi lebih berat. Karena terdapat penumpukan cairan otak yang lebih banyak dan pada kasus ini, jaringan otak hampir tidak tumbuh sama sekali .
[ sumber ]
Kisah Umar Bin Khatab Menangis Karena Rakyatnya kelaparan

Kisah Umar Bin Khatab Menangis Karena Rakyatnya kelaparan - Saat menjabat sebagai Khalifah, Umar bin Khattab pernah menghadapi cobaan yang cukup berat. Saat itu, umat Islam dilanda paceklik karena masuk dalam tahun abu.
Di tahun itu, semua bahan makanan sulit didapat. Hasil pertanian sebagian besar tidak dapat dikonsumsi, sehingga menyebabkan umat Islam menderita kelaparan.
Suatu malam, Khalifah Umar bin Khattab mengajak seorang sahabat bernama Aslam menjalankan kebiasaannya menyisir kota. Dia hendak memastikan tidak ada warganya yang tidur dalam keadaan lapar.
Sampai pada satu tempat, Umar dan Aslam berhenti. Dia mendengar tangisan seorang anak perempuan yang cukup keras. Umar kemudian memutuskan untuk mendekati sumber suara itu, yang berasal dari sebuah tenda kumuh.
Setelah dekat, Umar mendapati seorang wanita tua terduduk di depan perapian sambil mengaduk panci menggunakan sendok kayu. Umar kemudian menyapa ibu tua itu dengan mengucap salam.
Si ibu tua itu menoleh kepada Umar dan membalas salam tersebut. Tetapi, si ibu kemudian melanjutkan kegiatannya.
"Siapakah yang menangis di dalam?" tanya Umar kepada ibu tua.
"Dia anakku," jawab ibu tua itu.
"Mengapa dia menangis? Apakah dia sakit?" tanya Umar lagi.
"Tidak. Dia kelaparan," jawab si ibu.
Umar dan Aslam kemudian tertegun. Setelah beberapa lama, keduanya merasa heran melihat si ibu tua tak juga selesai memasak.
Untuk mengatasi rasa herannya, Umar kemudian bertanya, "Apa yang kau masak itu? Kenapa tidak matang juga?"
Si ibu kemudian menoleh, "Silakan, kau lihat sendiri."
Umar dan Aslam kemudian menengok isi panci itu. Mereka seketika terkaget menjumpai isi panci yang tidak lain berupa air dan batu.
"Apakah kau memasak batu?" tanya Umar dengan sangat kaget. Si ibu menjawab dengan menganggukkan kepala.
"Untuk apa kau masak batu itu?" tanya Umar lagi.
"Aku memasak batu-batu ini untuk menghibur anakku yang sedang kelaparan. Semua ini adalah dosa Khalifah Umar bin Khattab. Dia tidak mau memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sejak pagi aku dan anakku belum makan sejak pagi. Makanya kusuruh anakku berpuasa dan berharap ada rezeki ketika berbuka. Tapi, hingga saat ini pun rezeki yang kuharap belum juga datang. Kumasak batu ini untuk membohongi anakku sampai dia tertidur," kata ibu tua itu.
"Sungguh tak pantas jika Umar menjadi pemimpin. Dia telah menelantarkan kami," sambung si ibu.
Mendengar perkataan itu, Aslam berniat menegur si ibu dengan mengingatkan bahwa yang ada di hadapannya adalah sang Khalifah. Namun, Umar kemudian menahan Aslam, dan segera mengajaknya kembali ke Madinah sambil meneteskan air mata.
Sesampai di Madinah, tanpa beristirahat, Umar langsung mengambil sekarung gandum. Dipikulnya karung gandum itu untuk diserahkan kepada sang ibu.
Melihat Umar dalam kondisi letih, Aslam segera meminta agar gandum itu diangkatnya. "Sebaiknya aku saja yang membawa gandum itu, ya Amirul Mukminin," kata dia.
Dengan nada keras, Umar menjawab, "Aslam, jangan kau jerumuskan aku ke dalam neraka. Kau bisa menggantikanku mengangkat karung gandum ini, tetapi apakah kau mau memikul beban di pundakku ini kelak di Hari Pembalasan?"
Aslam pun tertegun mendengar jawaban itu. Dia tetap mendampingi Khalifah mengantarkan sekarung gandum itu kepada si ibu tua.
[ sumber ]
Dulu Jualan Di Pinggir Jalan Kini Pemilik Swalayan
Dulu Jualan Di Pinggir Jalan Kini Pemilik Swalayan - BERAWAL dari jualan di pinggir jalan dengan modal Rp 300.000, Riza Rizki Adhiyaksa (30) akhirnya bisa memiliki swalayan dan omzet tertinggi yang pernah ia raih, yakni Rp 750 juta dalam sebulan.Kesuksesannya ini menjadi inspirasi hingga ia sering diundang menjadi pembicara dalam berbagai talkshow mengenai peluang usaha di industri kreatif.
Nanutz Mania menjadi brand usaha makanan ringan yang dirintis Riza pada Maret 2011. Ayah dua orang anak ini mengatakan dirinya terinspirasi dari lagu boyband Smash berjudul Cinta Cenat Cenut. "Produk awal saya kan sebenarnya nachos. Saya sempat bingung cari nama. Waktu saya sedang menggoreng, dengar radio tetangga sedang diputar lagu Smash yang Cinta Cenat Cenut. Lalu saya satukan, Nachos Cenat Cenut menjadi Nanutz," ujar Riza kepada Tribun di kantornya di Swalayan Nanutz Mania, Jalan Babakan Ciparay 243, pekan lalu.
Produk Nanutz Mania ini beragam, mulai dari mi nyere sebagai andalan, pangsit goreng atau nachos, keripik sosis, keripik kulit ayam, keripik bayem yang diberi nama Mariyu Bayem dan belasan produk lainnya. Mi nyere itu sendiri memiliki 18 varian rasa.
"Kami berusaha agar brand ini tetap fun dan aman. Artinya, ketika sedang booming keripik singkong, kami membuat mi nyere. Makanan tradisional khas Sunda ini oleh Nanutz dimodernisasikan dengan berbagai varian rasa hingga bentuk dan packaging. Kami juga jual mi nyere yang warna-warni. Kami pelopor mi nyere modern di Indonesia," kata Riza.
Dalam memasarkan produknya, Riza fokus pada penjualan melalui agen dan online. Swalayan di Jalan Babakan Ciparay 243 pun baru dibuka pada Maret 2013 sebagai tempat penjualan offline. Di daerah Mekarwangi pun ada gerai Nanutz Mania. Saat ini, ia sudah bermitra dengan 75 orang agen y di 28 provinsi, hingga ke luar negeri, seperti Jepang, Australia dan Belanda.
"Nanutz ini jual offline baru sekarang. Dari awal berdiri jualnya melalui online. Saya sampai korbankan akun Facebook saya yang sudah ada 5.000 teman. Facebook saya diganti fotonya tiba-tiba dengan foto Nanutz, sampai orang pada kaget. Itu strategi murah dan efektif. Punya uang 2.500, tinggal ke warnet saja," ujarnya sambil tertawa.
Setiap harinya, dapur produksi Riza yang ditopang 28 pekerja bisa mencapai 1.400-2.000 produk, itu pun yang sudah melalui tahap quality control. Ia mengatakan pernah menggunakan mesin untuk produksi lebih banyak, namun hasilnya tak seenak bikinan tangan. Ia pun kembali mengandalkan dapurnya untuk hasil sempurna. Hingga hari ini, Riza pun masih berkutat di dapur setiap pagi untuk membuat bumbu. Ia mengatakan tak ingin seperti pengusaha pada umumnya, yang meninggalkan dapur ketika sudah merasa sukses.
Perjalanan Riza selama dua tahun merintis usaha keripik cukup sulit. Sebelum mengangkat merek Nanutz Mania, ia awalnya berjualan di pinggir jalan hingga sering kehujanan dan diusir Satpol PP. Tak habis akal, ia pun ikut berjualan di ajang car free day dan pasar malam, hingga punya teknik jitu. "Teknik saya, saat MaIcih lagi ikut pameran, saya ikutan. Ma Icih di dalam booth, saya di luar tenda di tempat parkir. Nggak ikut bayar booth," ungkapnya.
Baginya, kesuksesan produk Ma Icih menjadi inspirasi dan panutan.
[ sumber ]
Inspirasi Dari Seorang Ibu Sejati
Inspirasi Dari Seorang Ibu Sejati - Kasih sayang seorang Ibu memang tidak pernah lekang oleh waktu. Inilah kata-kata yang cocok disematkan kepada Cyndie Madsen, ibu dari penderita tumor otak Derek Madsen. Derek menderita tumor otak dan diharuskan menjalani berbagai macam perawatan dan terapi untuk bisa menghentikan tumor langka ini.

Derek yang baru berusia 10 tahun pun mau tidak mau harus menjalani perawatan medis yang intensif. Cyndie yang memiliki bisnis salon pun harus menjual salonnya demi membiayai perawatan medis dari Derek. “Saya akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia, melihatnya tersenyum,” ujar Cyndie.
Pada 30 November 2005, Derek pun diharuskan menjalani terapi radiasi untuk menghambat tumbuhnya sel kanker di tubuhnya. Terapi yang dia lakukan hingga 2006 ini membuat Derek tidak tahan dan akhirnya menolak untuk melakukannya lagi.

Cyndie yang tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa Derek akan sembuh pun terus berupaya untuk menemukan pengobatan yang terbaik untuknya. Namun akibat dari terapi yang sudah dia jalani, Derek mengalami sulit berbicara dan membuatnya terjaga sepanjang malam. “Saya telah lelah dan optimis, tapi aku harus melakukan ini. Ia akan memanggil namaku dan selalu berharap aku berada di sisinya,” harap Cyndie.

Meskipun lelah, Cyndie terus berada di sampingnya hingga akhirnya pada tanggal 10 Mei 2006, Derek meninggal di pangkuan sang Ibu. Cyndie kemudian mendirikan yayasan yang bernama Derek’s Wish untuk mengenang Derek dan membantu anak-anak yang terkena kanker lainnya.
Cerita Cyndie ini menarik perhatian seorang jurnalis bernama Renee C. Byer yang kemudian mempublikasikan foto dan kisah Cyndie. Foto-foto dan kisah Cyndie ternyata berhasil memenangkan penghargaan Pulitzer Award. Pulitzer Award merupakan penghargaan tertinggi bagi para jurnalis di dunia. Hadiah sebesar US$ 10.000, kemudian Byer serahkan ke Cyndie untuk membiayai yayasannya.
[ sumber ]

Pada 30 November 2005, Derek pun diharuskan menjalani terapi radiasi untuk menghambat tumbuhnya sel kanker di tubuhnya. Terapi yang dia lakukan hingga 2006 ini membuat Derek tidak tahan dan akhirnya menolak untuk melakukannya lagi.

Cyndie yang tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa Derek akan sembuh pun terus berupaya untuk menemukan pengobatan yang terbaik untuknya. Namun akibat dari terapi yang sudah dia jalani, Derek mengalami sulit berbicara dan membuatnya terjaga sepanjang malam. “Saya telah lelah dan optimis, tapi aku harus melakukan ini. Ia akan memanggil namaku dan selalu berharap aku berada di sisinya,” harap Cyndie.

Meskipun lelah, Cyndie terus berada di sampingnya hingga akhirnya pada tanggal 10 Mei 2006, Derek meninggal di pangkuan sang Ibu. Cyndie kemudian mendirikan yayasan yang bernama Derek’s Wish untuk mengenang Derek dan membantu anak-anak yang terkena kanker lainnya.
Cerita Cyndie ini menarik perhatian seorang jurnalis bernama Renee C. Byer yang kemudian mempublikasikan foto dan kisah Cyndie. Foto-foto dan kisah Cyndie ternyata berhasil memenangkan penghargaan Pulitzer Award. Pulitzer Award merupakan penghargaan tertinggi bagi para jurnalis di dunia. Hadiah sebesar US$ 10.000, kemudian Byer serahkan ke Cyndie untuk membiayai yayasannya.
[ sumber ]
Kisah Nyata Bocah Ini Meninggal Setelah Ia Menuliskan Kisah Kematiannya

Kisah Nyata Bocah Ini Meninggal Setelah Ia Menuliskan Kisah Kematiannya - Seorang bocah 11 tahun bernama Asfand yang terjadi beberapa tahun silam. Entah mendapatkan firasat apa, Asfand menuliskan ke sebuah program berjudul ‘The News’, sebuah kisah bahwa akan ada sebuah kecelakaan akibat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan itu akhirnya akan melibatkan dia.
Kisah tersebut dituliskan pada yanggal 3 Desember 2010. Entah kebetulan macam apa yang terjadi, kisah yang ditulis Asfand seolah menjadi kenyataan. Pertandingan balap mobil yang terjadi tanggal 5 Desember 2010 diberitakan terjadi kecelakaan akibat mobil yang meluncur dengan kencang dan di luar kendali. Mirisnya, nama Asfand benar-benar muncul sebagai korban yang tertabrak oleh mobil tersebut.
Kecelakaan tersebut membunuh lima orang dan di antaranya adalah Asfand dan ayahnya. Ironisnya, dalam ceritanya, Asfand menceritakan bahwa ia bisa sembuh setelah mengalami kecelakaan tersebut. Namun dalam kenyataannya, ia justru meninggal dengan tragis. Sekalipun ia telah mengisahkan kematiannya, namun hubungan antara kenyataan dengan tulisan yang dibuat Asfand justru meninggalkan misteri yang sedikit membuat merinding.
Kita tak pernah tahu kapan akan meninggal dan sewaktu-waktu hal itu bisa terjadi. Kehidupan seringkali meninggalkan misteri, namun dari situ kita bisa belajar untuk hidup sebaik-baiknya selama kita masih diberi kesempatan. Semoga arwah Asfandyar diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.
[ sumber ]
50 Tahun Jadi PSK, Nenek Kembar Ini Sudah Ditiduri 355 Ribu Pria

50 Tahun Jadi PSK, Nenek Kembar Ini Sudah Ditiduri 355 Ribu Pria - Setiap mendengar kata pelacur biasanya yang ada di pikiran kita adalah wanita cantik dan seksi. Namun lain halnya dengan wanita kembar asal Amsterdam bernama Loise dan Martinne Fokken.
Mereka tidak lagi cantik dan tidak pula seksi seperti dulu, di usianya yang sudah menapaki lebih dari setengah abad usianya, mereka masih eksis menjadi penjaja cinta kepada pria-pria hidung belang yang masih tertarik dengan tubuhnya yang sudah bau tanah itu.
Dalam pengakuannya, mereka telah menggeluti dunia pelacuran selama 50 tahun sejak tahun 60-an. Selama 50 tahun ini mereka juga mengaku telah melayani lebih dari 355.000 lelaki hidung belang.
Jika sekali tidur dengan pria menghasilkan sperma kurang lebih 10cc maka sperma yang sudah menggenangi lubang kewanitannya selama 50 tahun jumlahnya lebih dari 35.500 liter atau setara dengan 7 tangki bensin yang berisi 5.000 liter.
[ sumber ]
Pelukan Penuh Cinta Dari Ibu Bisa Menghidupkan Sang Bayi


Pelukan Penuh Cinta Dari Ibu Bisa Menghidupkan Sang Bayi - Tahukah Anda betapa berartinya sebuah pelukan? Aktifitas fisik sederhana yang punya makna dalam, bisa menyalurkan energi penuh cinta dan mengembalikan emosi positif. Bahkan, keajaiban bisa saja terjadi seperti pengalaman Kate Hogg dari Austalia ini.
Pada tahun 2010 Kate Hogg masuk rumah sakit bersalin dan melahirkan anak kembar secara prematur, mengingat usia kandungan baru 27 minggu. Bayi perempuan, Emily berhasil selamat namun tidak bagi bayi laki-laki, Jamie. Tim dokter berupaya keras menyelamatkan Jamie, apa daya nyawanya tak tertolong. Bayi lelaki ini pun diserahkan kepada Kate untuk memberi ucapan perpisahan.

Kate menangis begitu sedih, ia mengambil Jamie dan membekapnya dengan erat di dadanya. Sambil memeluk, Kate berbicara padanya. Ini haruslah jadi perpisahan yang istimewa, demikian kira-kira pikiran Kate.
Setelah beberapa menit, tiba-tiba Jamie bergerak. Betapa bahagianya sang ibu, ia langsung mengambil ASI dengan jarinya dan memberi minum pada sang bayi. Mulut Jamie terbuka menyambut jari Kate dan menjilatinya.

Seorang bidan yang sebelumnya dikirim tim dokter untuk menghibur Kate karena kehilangan bayi baru saja datang. Sang bidan pun begitu shock melihat keajaiban ini.
Peristiwa ini mengajarkan kita betapa hebatnya cinta, kasih sayang. Ketika berbagai peralatan teknologi kedokteran mutakhir masih harus menyerah, sentuhan seorang ibu justru jadi satu-satunya jawaban. Masihkan kita mendustai cinta?
[ sumber ]
Suamiku Mandul, Aku Dihamili Pria Lain ( Cerita Dewasa )

Suamiku Mandul, Aku Dihamili Pria Lain ( Cerita Dewasa ) - Cerita ini kutuliskan untuk pembaca, dengan harapan dapat mengambil hikmah. Namaku Surti, usiaku 16 th. Mungkin bagi kalian, usiaku masih belum cukup dewasa untuk menikah, tapi di kampungku, di pelosok kota Jogja, usiaku merupakan usia yang sudah pantas untuk membentuk keluarga. Kata ibuku, sebagai anak perempuan, aku harus segera mempunyai suami sehingga hidupku terjamin, sampai nantinya aku akan melahirkan seorang anak untuknya, meneruskan keturunan keluarga besar Susilo, tuan tanah di desaku.
Ibuku bilang aku adalah orang paling beruntung di desa karena dipersunting oleh orang kaya lagi terhormat. Di pikiranku terbayang sebuah pernikahan yang bahagia, suatu babak hidup yang baru, lembaran baru dan keluarga baru, keluarga besar Susilo. Malam ini, malam pertamaku, malam pernikahanku. Malam ini pula, aku menunggu suamiku membuka pintu kamarku yang sampai sekarang masih tertutup. Beberapa saat kemudian, bunyi pintu kamar yang terkuak menggugah lamunanku. Malam ini, malam pertamaku, malam pernikahanku, kulihat sosok lelaki merengkuhku, merenggut kesucianku yang memang kusediakan untuknya, suamiku.
Namaku Surti, ah bukan, Ny. Susilo. Kemanakah Surti? tiba-tiba aku harus menyandang nama lain yang asing sama sekali bagiku. Kata Ibuku, nama itu cocok kusandang. Namaku Ny. Susilo, usiaku sekarang 21 tahun dan aku belum melahirkan seorang anakpun bagi suamiku. Aku melihat ibu mertuaku sering menatap tajam ke arahku, mulutnya nyinyir, mengeluarkan kotoran kemana ia suka, mengeluarkan bau busuk dimanapun ia berada, di ruang tamu, di dapur, di kamar, di WC, bahkan di rumah tetangga. Bau busuk, hanya itulah yang keluar dari mulutnya dan aku tetap diam, begitu juga suamiku. Suamiku bahkan mulai jarang pulang, bukan aku tidak tahu, kemana ia pergi. Ke kompleks pelacuran, itulah tempat yang paling ia suka.
Kompleks pelacuran? Sejak kapan suamiku punya hobi pergi ke kompleks pelacuran? Setahun yang lalu? dua tahun lalu? Tiga tahun lalu? Empat tahun lalu? Lima tahun lalu? Atau sebelum itu? Anehnya, baik ibu mertuaku atau orang tuaku malah menyalahkan aku. Bagaimana dengan Ayah mertuaku ? lupakanlah, ia sudah mati jauh sebelum aku menikah dengan anaknya. Intinya, akulah yang tidak becus meladeni suami, sehingga suamiku lari ke pelukan pelacur itu. Apa lagi, aku mandul, itulah yang dibilang ibu mertuaku, bau busuk yang ia sebarkan hampir di setiap sudut desa ini. Percayalah, aku tidak mandul, tapi aku sungguh tidak tahu mengapa aku tak kunjung hamil juga. Anehnya, suamiku sama sekali tidak memusingkan hal ini, bukankah keturunan adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia? Malam itu suamiku baru saja pulang, entah dari mana, aku pura-pura tidur ketika ia membuka pintu kamar.
“Kau sudah tidur?”
Suamiku menyapaku! Hatiku bahagia sekali, sampai tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Aku membalikkan tubuhku, kutatap matanya dalam-dalam.
“Belum mas” Jawabku. “Mas dari mana?”
Sungguh pertanyaan yang paling konyol yang pernah kuucapkan. Bukankah aku tahu ia baru kembali dari pelukan pelacur itu ?
“Kau tak perlu tahu, yang penting kau harus berpikir bagaimana bisa melahirkan seorang anak untukku!”
Jantungku berdesir, sakit sekali seperti ditusuk dengan ribuan paku, bukan, lebih dari ribuan paku. Aku membenamkan kepalaku dalam bantal, menangis tanpa suara, suara yang tak pernah kumiliki walau sekedar untuk mengeluarkan isi otakku. Aku tak pernah mempunyai suara. Selanjutnya, hari-hariku seperti neraka saja, seluruh penduduk desa bergunjing tentang aku, bahwa aku mandul, perempuan yang tidak sempurna. Aku juga melihat pelacur itu selalu ceria, senyumnya membuat hatiku semakin terluka, seperti disayat sembilu. Pelacur itulah, yang tidur dengan suamiku setiap malam, setiap malam sebelum suamiku menjamah tubuhku. Ia membayar pelacur itu tiap malamnya, sedangkan aku harus melayaninya seumur hidupku tanpa bayaran, kecuali makian yang kudapat dari ibunya dan suamiku sendiri. Inikah hidup baru yang dulu aku bayangkan? Yang kuimpikan dan kuidamkan? TIDAK dan tentu saja aku takkan tinggal diam, karena aku adalah Surti.
“Dasar pelacur!” Teriakku pada perempuan yang sekarang berdiri di depanku. Hari itu aku tak bisa menahan diri untuk menemui perempuan itu di kompleks pelacuran.
“Pelacur? Yah tentu saja aku pelacur dan asal kau tahu Ny. Susilo, aku bangga dengan profesiku.”
Mukaku memerah karena marah. Kuremas tanganku, ingin rasanya kutempeleng wajahnya.
“Kau telah merebut suamiku, kau memang perempuan murahan!”
“Merebut? Suamimu sendiri yang datang padaku dan melayaninya adalah tugasku. Kau salah alamat Ny. Susilo, kau harusnya mendamparat suamimu karena ia tidak setia, bukan kepadaku!”
“Plak!”
Aku menampar wajah perempuan itu, amarah tergambar jelas di wajahku. Namun aku sungguh tak menyangka ia membalas tamparanku, bahkan lebih keras dari tamparanku.
“Aku memang pelacur, tapi takkan kubiarkan satu orangpun melecehkan harga diriku”
Aku tertawa keras, berani sekali pelacur ini ngomong soal harga diri.
“Kau pikir kau lebih berharga dari aku, Nyonya? Katakan padaku apakah suamimu menghargaimu?”
Aku tediam, tiba-tiba saja aku tak punya lagi kata-kata. Aku sudah kalah dan aku pergi dari pelacur itu dengan kekalahan. Ya, kekalahan telak seorang istri tuan tanah yang terhormat. Air mataku mengalir deras, sesaat aku berpikir apakah gunanya aku hidup. Toh aku bukan istri sempurna. Malam itu aku menunggu suamiku pulang, kali ini aku tidak berpura-pura tidur, tak kupejamkan mataku walaupun sejenak. Akhirnya suamiku pulang, kuhirup bau bandannya, bau parfum pelacur itu.
“Kau baru dari pelacur itu?” Tanyaku dan aku sangat terkejut dengan keberanianku menanyakan hal itu padanya.
“Iya.”
Hatiku luluh lantak mendengar jawaban yang jujur itu, aku berharap ia berbohong, sungguh aku ingin kebohongan yang manis walau beracun.
“Kau mengkhianati aku, mas.”
“Aku mencintai Widuri.”
Sungguh, aku berharap apa yang diucapkannya barusan adalah kebohongan tapi aku melihat kejujuran di mata itu.
“Aku menikahimu untuk melahirkan anak-anakku, tapi kau tak kunjung hamil juga.”
“Aku baru saja berpikir apa kau pantas menjadi ayah dari anakku kelak!”
Mata itu menatapku terkejut, akhirnya aku bersuara, akhirnya suaraku berguna juga.
“Lancang!” Teriak suamiku sambil menempeleng aku, darah segar keluar dari sudut bibirku. Aku tidak menangis, tidak, aku bersumpah takkan ada lagi setetes air matapun untuknya. Suamiku beranjak pergi dari kamarku, malam itu ia tidak kembali.
Lelaki itu sedang duduk di ruang tamu dan menatapku penuh senyum, menyapaku penuh kerinduan. Andi adalah teman sepermainanku sejak kecil, terakhir aku bertemu dengannya adalah di hari pernikahanku.
“Gimana kabarmu Ti?”
“Baik, mas sendiri?” kataku balas bertanya
“Aku jadi buruh di Jakarta, hidup di Jakarta ternyata sulit Ti”
“Namanya juga kota besar mas”
“Aku kembali ke sini justru karena aku dipecat, situasi pabrik kacau, sebagian besar buruh dipecat dengan alasan kesulitan keuangan, kami para buruh menggalang aksi mogok sampai berhari-hari karena nasib kami nggak jelas. Eh, pemilik perusahaan malah minggat entah kemana.”
Aku tertegun sesaat, jadi buruh ternyata tak lebih baik dari pada jadi petani.
“Kami, para buruh ditelantarkan begitu aja, pemerintah juga tidak melakukan tindakan apapun terhadap nasib kami.”
“Sudahlah mas, terima aja, mungkin emang nasibmu lagi apes. Nggak usah macem-macem mas entar nasib kamu kayak Marsinah gimana?” Kataku ngeri dengan kisah Marsinah yang mati karena dia terlalu vokal.
“Pokoknya aku nggak mau tahu Ti, kita emang miskin, tapi jangan diem aja kalo diperlakukan sewenang-wenang.”
Aku diam aja, Andi emang sulit diajak ngomong kalo udah pakai kata “pokoknya”, sulit diganggu gugat. Aku tak mau ambil pusing dengan masalahnya, yang jelas aku sudah memberi nasihat padanya. Andi berniat tinggal di desa selama beberapa bulan, kami memang cukup dekat, bahkan ia pernah mau melamarku, namun ia tidak punya keberanian yang cukup untuk itu. Apalah artinya seorang pemuda miskin bila dibandingkan dengan mas Joko yang seorang tuan tanah.
Aku tercenung sesaat ketika kutemukan selembar surat hasil pemeriksaan dari Dokter. Kupikir suamiku sakit tapi ternyata aku salah, suamiku sama sekali tidak sakit. Surat itu menyatakan bahwa suamiku mandul! Hatiku bahagia sekaligus marah, suamiku yang mandul bukan aku! Aku ingin berteriak pada semua orang bahwa aku tidak mandul bahwa suamikulah yang mandul. Aku ingin mengatakan pada ibu mertuaku yang nyinyir itu bahwa aku tidak mandul, bahwa anaknyalah yang mandul. Aku akan membuktikan pada semua orang bahwa aku tidak mandul. Aku tertawa, namun sesungguhnya aku menangis, yah aku menangis.
Suamiku menatapku heran, ia terpana dengan surat pemeriksaanku dari dokter yang menyatakan aku telah hamil dua bulan, wajahnya pucat pasi namun aku merasakan kemenangan dalam hatiku.
“Aku telah membuktikan bahwa aku tidak mandul” kataku. “Dan kau tak sanggup membuktikan bahwa kau cukup subur untuk membuatku hamil.”
Aku melihat dengan jelas wajah suamiku memerah, entah karena malu atau marah. Mungkin keduanya.
“Dengan siapa kau mengandung, anak siapa bayi yang kau kandung,” tanya suamiku dengan suara gemetar.
“Apakah itu penting? Bukankah keluargamu menginginkan keturunan? Dengarkan aku, Joko Susilo, kau akan merawat, mengasuh darah daging orang lain dan anak ini akan menjadi satu-satunya pewaris dari kekayaanmu.”
Inilah hari kemenanganku. Aku tak peduli lagi dengan perselingkuhan yang dilakukannya dengan Widuri, pelacur iru. Aku tak peduli. Suamiku harus menutupi kenyataan dari semua orang, termasuk ibunya bahwa dia mandul dan ia terpaksa menerima darah daging orang lain sebagai pewarisnya.
Inilah pernikahanku. Sebuah pernikahan yang pernah aku idamkan sebagai pernikahan yang penuh kebahagiaan namun ternyata penuh kemunafikan. Aku telah mengandung dan semua gunjingan pun berakhir.
Ibu mertuaku begitu bahagia, tanpa ia tahu bahwa bayi yang kukandung bukanlah darah dagingnya. Semua keluarga begitu bahagia kecuali suamiku. Namaku Surti, sebagai seorang perempuan aku harus menjaga kesucianku, sebagai seorang istri aku harus mengabdi, menjaga kesetiaanku pada suamiku dan sebagai seorang ibu aku harus mengasuh anakku siang dan malam. Yah, itulah aku dan untuk semua itu hanya ada satu alasan, karena aku adalah seorang perempuan. Namaku Surti, dan saat ini aku berada di stasiun Lempuyangan, begitu banyak orang lalu lalang, melepas kepergian salah satu keluarga mereka, mungkin suami mereka. Dan aku berdiri di sini melepas kepergian kekasihku, Andi.
[ sumber ]
