Posted by : Marketing IndiHome Sabtu, 06 Juli 2013


Niat Mencari Sesuap Nasi, Anak ini Malah Dibunuh - Lagi-lagi anak-anak menjadi korban kebrutalan manusia. Anak-anak yang seharusnya menikmati masa-masa bermain, harus mencari makanan untuk keluarganya yang miskin. Niat untuk mencari makanan, dua anak di Afghanistan ini malah menemui ajal. Keduanya dituduh menjadi mata-mata pihak barat oleh militan Taliban.

Tragedi menyedihkan ini terjadi beberapa hari yang lalu. Dua bocah yang mencari sisa-sisa makanan ini mengais-ngais sampah di dekat markas polisi di Kota Kandahar, yang juga menjadi pangkalan militer Barat. Sedihnya, dua bocah ini dituduh menjadi mata-mata oleh militan Taliban. Saat perjalanan pulang dari tempat mereka mengais sampah, di jalan mereka tiba-tiba ditangkap dan diinterogasi oleh militan keji itu. Tanpa ampun, mereka dibunuh dengan dipenggal kepalanya. Jasad dua anak berusia 10 dan 16 tahun itu ditemukan keesokan harinya.

Gubernur Kandahar Toryalay Wessa memerintahkan pasukan keamanan dan polisi agar memburu dan menangkap para militan yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu apa pun caranya dan berapa pun harganya. Karena anak-anak itu tidak bersalah dan tindakan militan Taliban itu keterlaluan serta tidak manusiawi dan jelas melanggar hukum yang berlaku. "Keduanya merupakan anak-anak tidak berdosa dan tidak ada hubungannya dengan pemerintah atau pihak asing." tambahnya lagi.

Beberapa waktu setelah kejadian ini beredar, pihak Taliban membuat pernyataan bahwa mereka tidak melakukan hal tersebut. Sebelumnya militan Taliban juga pernah dituduh memenggal dua orang anak dan mereka membantahnya. Namun sudah diketahui secara luas bahwa militan Taliban sering melakukan hal yang ekstrim. Para pejabat percaya Taliban telah mengeksekusi kedua anak itu sebagai peringatan kepada anak-anak muda agar tidak bekerja sama dengan pasukan koalisi.

Konflik perang berkepanjangan dan jatuhnya perekonomian membuat banyak anak-anak yang tidak bersalah menjadi korban. Mereka hidup dalam kemiskinan, untuk makan saja mereka kekurangan. Sudah saatnya anak-anak terbebas dari teror perang yang pada akhirnya menempatkan mereka menjadi korban nya

[ sumber ]

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blogger templates

Labels

agama Aku Untuk Negeriku Alkisah Anak-Anak Analisis Kebijakan Pendidikan ANE aneh Anime Antropologi aplikasi artis Barang Aneh Beauty Belajar dasar HTML Belajar dasar PHP Berita Berita Nasional Berita Umum bijak Binatang Aneh Blogger cara Cerita Cinta Cerita Lucu cinta design Dewasa Download Thema drama Dunia Dunia Malam Dunia Seks ekonomi Ekstrim Facebook Fashion Film Fun Funny gadget Games Gokil Gudang Tips Hacker Happy History health Hentai hewan hiburan Historiografi hobi Hot HP hukum hum Humor Ilmu Komputer ilmu pengetahuan sosial Image internasional internet Islami jakarta Jokowi - Ahok K Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kata Bijak kata mutiara Kata-Kata kecantikan KEJADIAN YANG ANEH kesehatan Kisah Nyata korea kuliner lifestyle Love lowongan kerja Magelang Makalah Makanan Manajemen Pendidikan Misteri mobil Multimedia teknik museologi Music News olahraga otomotif Pasangan Aneh PeeR Dari Sahabat Pelajaran Pelajaran Bahasa Indonesia pelajaran biologi pelajaran ekonomi pelajaran fisika pelajaran geografi pelajaran kimia Pelajaran Olahraga Pelajaran Sejarah pelajaran seni Pelajaran seni musik peliharaan pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan Perencanaan Pembelajaran Sejarah Peristiwa Penting Perspektif Global Politik ponsel promo properti puisi rambut Religi Renungan resep romantis rumah Sains Science Sejarah Sejarah Asia Timur sejarah indonesia masa islam sejarah Indonesia masa kolonial sejarah pergerakan nasional sejarah wanita Selebritis Seni Sepak Bola sinopsis Software Sofware Tahukah Kamu ? Tanaman teknologi tips trends TV Twitter Umum unik Video wallpaper wanita wisata Wordpress Zodiak

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
UNTUK INFO DAN PEMASANGAN Hubungi : YULIADI Telepon : 061-7646 9682 Handphone : 0822 7200 7787


- Copyright © Cara Registrasi Indihome Murah di Medan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -